Jambiku.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan Pesantren dan Pengajian Ramadan 1447 H / 2026 M bersama para ibu-ibu Majelis Taklim. Kegiatan ini berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Rabu (04/03/2026).
Acara yang berlangsung khidmat dan sarat nuansa religius tersebut mengusung tema “Melalui Pesantren Ramadan Kita Perkuat Silaturahmi Dalam Membangun Keluarga Bahagia dan Qur’ani.” Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, jajaran Pemkot Jambi, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi Dr. H. Abdullah Saman, M.Pd.I.
Pesantren dan pengajian Ramadan ini diselenggarakan sebagai sarana memperkuat pembinaan keagamaan di masyarakat. Tujuannya antara lain membentuk generasi yang beriman dan berakhlak mulia, meningkatkan pemahaman terhadap Al-Qur’an dan ibadah, menanamkan nilai integritas dan kedisiplinan, serta menumbuhkan kepedulian sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana juga memaparkan strategi pemerintah dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia. Menurutnya, Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan iman dan takwa, membiasakan akhlak yang baik, sekaligus melatih kedisiplinan dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Maulana menegaskan bahwa Pemkot Jambi membuka ruang seluas-luasnya bagi keberadaan dan perkembangan Majelis Taklim di Kota Jambi. Ia menilai, keberadaan majelis taklim tidak hanya memperkuat spiritualitas masyarakat, tetapi juga berperan dalam menjaga nilai moral, khususnya bagi generasi muda.
“Semua silakan tumbuh dan berkembang, banyak ruang yang bisa dimanfaatkan. Namun dengan tujuan yang sama, yakni bersatu membangun Kota Jambi,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan majelis taklim, Pemkot Jambi juga berencana membentuk Pengajian Bahagia setelah Idul Fitri tahun ini. Program tersebut akan melibatkan ibu-ibu Majelis Taklim dari seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Jambi.
Menurut Maulana, program tersebut merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat pembangunan akhlak masyarakat guna mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia.
Ia berharap, para ibu-ibu Majelis Taklim nantinya dapat berperan sebagai agen perubahan di lingkungan masyarakat, terutama dalam membina dan mendidik akhlak generasi muda.
“Kita berharap ibu-ibu tidak hanya aktif mengikuti majelis ilmu, tetapi juga dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada anak-anak agar generasi muda memiliki akhlakul karimah,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Jambi, Kamal Firdaus, menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 4 hingga 5 Maret 2026.
“Kegiatan ini diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai Majelis Taklim, dengan total 21 Majelis Taklim se-Kota Jambi yang terlibat,” ujarnya.
Dalam kegiatan pesantren dan pengajian Ramadan tersebut juga menghadirkan tiga narasumber, yaitu Prof. Dr. H. Supian Ramli, M.Ag, Dr. H. Moehammad Yusuf, M.Ed, serta Drs. Muhammad Amin Abdullah, M.Kes.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta, khususnya ibu-ibu pengajian, dapat semakin memperkuat karakter sebagai Muslimah yang cerdas, berakhlak mulia, aktif beramal saleh, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat.(**)





