Jambiku.com, JAKARTA – Komitmen memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional terus diperlihatkan melalui sinergi yang semakin erat antara pemerintah, otoritas moneter, sektor perbankan, dan dunia usaha. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk memperkuat penyaluran pembiayaan, mempercepat investasi, serta mendukung realisasi berbagai proyek strategis nasional.
Program ini menjadi bagian penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang masih dipenuhi tantangan, mulai dari ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara.
Gubernur Perry Warjiyo bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya penguatan intermediasi sebagai salah satu kunci utama dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam sinergi tersebut, pemerintah berperan menyiapkan berbagai kebijakan strategis dan menciptakan iklim investasi yang kondusif, sementara sektor perbankan diharapkan mampu meningkatkan penyaluran kredit secara produktif dan berkelanjutan. Di sisi lain, dunia usaha didorong untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan melakukan ekspansi usaha, memperluas investasi, serta meningkatkan daya saing di berbagai sektor ekonomi.
Melalui PINISI, koordinasi lintas sektor diperkuat agar proses pembiayaan terhadap proyek-proyek prioritas dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat konektivitas antara kebutuhan pembiayaan dunia usaha dengan dukungan lembaga keuangan, sehingga mampu menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian nasional.
Menurut Perry Warjiyo, stabilitas sistem keuangan dan efektivitas intermediasi perbankan menjadi faktor penting dalam menjaga optimisme pasar dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menilai, ketika sektor keuangan mampu menjalankan fungsi intermediasi dengan baik, maka dunia usaha akan memiliki ruang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang.
Sementara itu, Airlangga Hartarto menekankan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan melalui berbagai kebijakan ekonomi yang pro-investasi dan pro-industri. Dukungan tersebut mencakup percepatan pembangunan infrastruktur, kemudahan perizinan, penguatan hilirisasi industri, hingga peningkatan daya saing sektor manufaktur dan UMKM.
Kolaborasi antara pemerintah dan Bank Indonesia dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat mesin pertumbuhan domestik. Di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil, Indonesia dinilai perlu mengandalkan kekuatan pasar domestik, investasi, dan konsumsi masyarakat sebagai pendorong utama pertumbuhan.
Selain itu, penguatan intermediasi juga diharapkan mampu meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya sektor produktif yang memiliki dampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan pembiayaan yang lebih optimal, sektor usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Optimisme terhadap perekonomian Indonesia pun terus dijaga melalui berbagai langkah strategis tersebut. Ketika pemerintah menyiapkan arah kebijakan dan pembangunan, sektor perbankan memperkuat penyaluran pembiayaan, serta dunia usaha melakukan ekspansi, maka ekosistem pertumbuhan ekonomi yang sehat diyakini akan semakin terbentuk.
Sinergi yang terbangun melalui PINISI tidak hanya menjadi simbol kolaborasi antar lembaga, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan menciptakan pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan global dengan lebih kuat sekaligus memanfaatkan berbagai peluang ekonomi untuk mendorong pertumbuhan nasional yang lebih tinggi di masa mendatang.( Eros )





