PADEL CUP TERBESAR DI JAMBI BERAKHIR MERIAH, DIZA ALJOSHA HAZRIN TEGASKAN KOMITMEN PEMKOT DORONG SPORT TOURISM DAN UMKM

Jambiku.com, KOTA JAMBI – Turnamen Wali Kota Padel Cup 2026 resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Aljosha Hazrin, Minggu malam (31/5/2026), di Padel Kalcer Mayang, Kota Jambi. Ajang olahraga yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kota Jambi tersebut berlangsung sukses dan mencatat sejarah sebagai turnamen padel terbesar yang pernah diselenggarakan di Kota Jambi.

Suasana penutupan berlangsung semarak. Selain penyerahan piala, piagam penghargaan, dan hadiah kepada para juara dari berbagai kategori pertandingan, panitia juga membagikan sejumlah doorprize kepada peserta dan pengunjung yang memadati arena pertandingan.

Bacaan Lainnya

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Jambi Diza Aljosha Hazrin, Camat Telanaipura Widi, Camat Alam Barajo Andika, Ketua Panitia sekaligus Owner Padel Kalcer Rivki, unsur Forkopimda, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Diza menyampaikan salam sekaligus permohonan maaf dari Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda pemerintahan lainnya.

“Atas nama Pemerintah Kota Jambi dan Bapak Wali Kota, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, panitia, sponsor, serta masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Wali Kota Padel Cup 2026,” ujarnya.

Diza mengungkapkan kebanggaannya terhadap tingginya animo masyarakat terhadap olahraga padel. Dengan jumlah peserta mencapai 157 orang, turnamen ini menjadi rekor tersendiri dalam perkembangan olahraga padel di Kota Jambi.

“Alhamdulillah, sebanyak 157 peserta ambil bagian dalam turnamen ini. Ini merupakan Padel Cup terbesar yang pernah digelar di Kota Jambi. Capaian ini menunjukkan bahwa olahraga padel semakin diminati masyarakat dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” katanya.

Menurut Diza, keberhasilan sebuah event tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau kualitas pertandingan, tetapi juga dari dampak positif yang ditimbulkan bagi masyarakat, terutama sektor ekonomi kerakyatan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Jambi selalu berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberikan hiburan dan ruang kompetisi bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Setiap event yang kami laksanakan selalu berusaha melibatkan UMKM. Berdasarkan laporan panitia, selama tiga hari pelaksanaan turnamen, 10 UMKM yang terlibat berhasil mencatatkan omzet lebih dari Rp100 juta. Ini membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Sebagai kota perdagangan dan jasa, lanjut Diza, Kota Jambi membutuhkan lebih banyak kegiatan positif yang mampu menarik partisipasi masyarakat sekaligus menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak langsung bagi pelaku usaha lokal.

Pada kesempatan tersebut, Diza juga mengajak para atlet dan pecinta padel untuk kembali berpartisipasi dalam berbagai agenda olahraga yang akan digelar Pemerintah Kota Jambi ke depan, termasuk Turnamen Padel Merdeka yang direncanakan berlangsung pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Agustus mendatang.

“Kami berharap teman-teman dapat kembali ambil bagian dalam event berikutnya. Ke depan, lebih banyak komunitas dan venue padel akan dilibatkan agar olahraga ini semakin berkembang dan menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Lebih jauh, Diza berharap turnamen semacam ini mampu melahirkan atlet-atlet padel potensial yang dapat membawa nama Kota Jambi ke tingkat regional maupun nasional.

“Kami ingin menghadirkan ruang yang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan semangat kompetisi, sportivitas, dan gaya hidup sehat melalui olahraga. Padel menjadi salah satu cabang olahraga yang sangat potensial untuk itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Wali Kota Padel Cup 2026 sekaligus Owner Padel Kalcer, Rivki, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen hingga berjalan sukses dan meriah.

Menurutnya, antusiasme peserta dan masyarakat menjadi bukti bahwa olahraga padel memiliki masa depan yang cerah di Kota Jambi. Selain menjadi ajang kompetisi dan silaturahmi, turnamen ini juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

“Selama tiga hari pelaksanaan, omzet UMKM yang terlibat mencapai sekitar Rp100 juta. Ini menjadi bukti bahwa sebuah event olahraga mampu menciptakan dampak ekonomi yang positif dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Rivki berharap olahraga padel dapat semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat, khususnya kalangan generasi muda, sehingga mampu menjadi wadah pengembangan bakat sekaligus sarana membangun pola hidup sehat.

“Kami ingin padel menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Jambi. Semoga semakin banyak anak muda yang mencintai olahraga, menjaga kesehatan, dan menjadikan padel sebagai ruang untuk berprestasi,” tutupnya.

Keberhasilan penyelenggaraan Wali Kota Padel Cup 2026 tidak hanya menjadi momentum kebangkitan olahraga padel di Kota Jambi, tetapi juga menunjukkan bagaimana sebuah event olahraga dapat menjadi sarana memperkuat sportivitas, mempererat kebersamaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.( Eros )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *