Jambiku.com, JAMBI – Direktur Utama PDAM Arianto, S.T, bersama WaliKota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M dan Wakil WaliKota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A.beserta beberapa kadis dan jajaran Pemkot Jambi melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM yang berlokasi di Kelurahan Aur Kenali, Kamis (26/03/2026).
Kunjungan ini bertujuan memastikan kondisi pelayanan air bersih tetap optimal, khususnya selama momentum Hari Raya Idulfitri.
Dalam keterangannya, Dirut PDAM menjelaskan bahwa secara umum distribusi air selama Lebaran berjalan lancar tanpa kendala berarti. Meskipun sempat terjadi gangguan di wilayah Aur Duri akibat kerusakan pompa selama dua hari, hal tersebut berhasil diatasi dengan pengaturan distribusi serta pengalihan suplai dari IPA Broni.
“Alhamdulillah tidak ada pemadaman total. Hanya terjadi penurunan debit sekitar 10 persen dan itu bisa segera ditangani oleh tim,” ujarnya.
Dirut juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah bekerja maksimal dalam menjaga stabilitas layanan, terutama pada periode krusial menjelang dan saat Lebaran.
Sementara itu, Wali Kota Jambi dalam arahannya menekankan pentingnya penertiban manajemen internal, khususnya terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) setiap unit kerja. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kinerja dan profesionalitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, PDAM juga didorong untuk melakukan ekspansi dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan menggandeng investor, guna mengurangi ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“PDAM ditantang untuk mampu mencari sumber pembiayaan alternatif melalui investor, sehingga pengembangan tidak membebani keuangan daerah,” jelasnya.
Dalam menghadapi potensi gangguan ke depan, terutama saat musim kemarau, PDAM telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya pengendalian sedimentasi di intake, penggunaan sistem intake ponton, hingga opsi perpanjangan titik pengambilan air baku.
Namun demikian, Dirut PDAM mengakui bahwa penurunan debit Sungai Batanghari tetap berpotensi memengaruhi produksi dan distribusi air. Untuk itu, pihaknya menyiapkan armada mobil tangki sebagai solusi alternatif bagi masyarakat jika terjadi gangguan suplai.
“Tim kami siap melakukan suplai air bersih, baik melalui jaringan perpipaan maupun distribusi non-perpipaan menggunakan mobil tangki,” katanya.
PDAM juga akan terus mengoptimalkan komunikasi publik melalui media sosial guna memberikan informasi cepat terkait gangguan layanan.
Terkait tingkat kebocoran air atau Non-Revenue Water (NRW), Dirut menjelaskan bahwa kebocoran tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga non-fisik seperti kesalahan pencatatan meter, kondisi rumah kosong, hingga kerusakan alat ukur. Meski bukan prioritas utama saat ini, perbaikan NRW tetap dilakukan secara bertahap.
Ke depan, PDAM menargetkan peningkatan pelayanan dengan respons maksimal 1×24 jam terhadap setiap keluhan masyarakat.
“Selama periode Lebaran ini, kami pastikan pelayanan tetap berjalan baik. Memang sempat ada gangguan H-3, namun sudah tertangani dengan baik tanpa pemadaman total,” pungkasnya.
( Eros )





