Jambiku.com, Jambi – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menghadiri kegiatan reses Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, S.E., yang digelar dalam suasana hangat dan penuh antusiasme masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana menyapa warga yang hadir sekaligus menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk bersilaturahmi dan menyerap langsung aspirasi masyarakat.
“Kegiatan reses ini menjadi momentum penting bagi anggota DPRD untuk menghimpun aspirasi masyarakat yang nantinya dirumuskan menjadi program pembangunan yang tepat sasaran,” ujar Maulana.
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya anggota DPR RI Komisi XII Drs. H. Cek Endra, Ustaz Ubaidillah, anggota DPRD Kota Jambi Muhilli Amin, S.H., Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Arianto Lapaso, S.T., serta unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga perwakilan TNI dan Polri.
Maulana menegaskan bahwa pihaknya sebagai eksekutif hadir bersama tim untuk mencatat seluruh usulan masyarakat yang disampaikan dalam forum tersebut. Ia juga menyebut sinergi antara legislatif dan eksekutif terus diperkuat, termasuk melalui pemanfaatan dana aspirasi anggota dewan.
“Alhamdulillah, koordinasi dengan DPRD berjalan baik. Dana aspirasi yang ada dapat membantu masyarakat dan mendukung program pemerintah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Maulana berharap dukungan dari pemerintah pusat melalui peran anggota DPR RI, termasuk Cek Endra, dapat memperkuat program pembangunan di Kota Jambi.
“Kami berharap aspirasi ini bisa diteruskan ke tingkat pusat, sehingga program-program yang dijalankan pemerintah daerah semakin optimal dan berdampak luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Maulana juga memaparkan sejumlah program prioritas, salah satunya penanganan sampah melalui Program Kampung Bahagia. Program ini mencakup pengadaan gerobak motor sampah (OPBM) serta sistem pengangkutan sampah langsung dari rumah warga.
“Ke depan, tidak ada lagi warga yang membuang sampah ke TPS. Sampah akan diangkut langsung dari rumah oleh kelompok masyarakat, lalu dipindahkan ke armada pengangkut yang akan terus kita tambah,” paparnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Jambi juga tengah menyiapkan pengembangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah.
“Jika program ini berjalan optimal, maka penegakan Perda terkait sampah akan dilakukan secara tegas. Masyarakat yang membuang sampah sembarangan akan dikenakan sanksi denda sesuai aturan,” tegas Maulana.
Untuk mendukung pengawasan, pemerintah juga akan melibatkan masyarakat dan pengurus RT, serta memasang CCTV di titik-titik tertentu. Penindakan terhadap pelanggar akan dilakukan oleh PPNS melalui Satpol PP.
Maulana optimistis, dengan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat, persoalan sampah di Kota Jambi yang mencapai sekitar 500 ton per hari dapat ditangani secara bertahap.
“Kalau kita bergerak bersama, saya yakin program ini akan berhasil dan masyarakat Kota Jambi bisa merasakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman,” pungkasnya. (Eros)





