Jambiku.com, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi menggelar jamuan makan malam bersama Menteri Hukum Republik Indonesia, Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H., di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Minggu malam (27/4/2026).
Suasana kegiatan berlangsung hangat, penuh keakraban, dan sarat dengan nuansa kebersamaan. Jamuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar, S.I.K., M.H., Anggota DPR RI Rocky Candra, S.E., Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, S.E., Kapolresta Jambi Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K., M.H., serta unsur Forkopimda dan berbagai stakeholder terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Menteri Hukum RI Dr. Supratman Andi Agtas menyampaikan salam hormat kepada seluruh tamu undangan yang hadir serta mengapresiasi sambutan hangat dari Pemerintah Kota Jambi.
“Salam sejahtera untuk kita semua. Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan. Terima kasih kepada Pak Wali Kota sebagai tuan rumah atas sambutan yang begitu hangat, sekaligus saya menyampaikan permohonan maaf apabila ada kekurangan dalam kehadiran kami malam ini,” ujar Supratman.
Dengan gaya santai dan sederhana, Menteri Supratman juga sempat mencairkan suasana dengan mengomentari pakaian yang dikenakannya malam itu. Ia menyebut pemilihan busana tersebut bukan sesuatu yang disengaja, melainkan karena keterbatasan persiapan dalam kunjungan kerjanya.
Lebih lanjut, Supratman mengungkapkan kekagumannya terhadap sejarah panjang dan kekayaan budaya Kota Jambi. Ia mengaku sangat terkesan setelah mendengar langsung penjelasan mengenai filosofi Jambi sebagai “Tanah Pilih Pusako Betuah”, yang menurutnya memiliki makna historis yang sangat mendalam.
“Kalimat itu terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya mengandung filosofi yang luar biasa. Itu adalah ikatan sejarah antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ini sesuatu yang harus terus kita rawat,” katanya.
Ia juga mengaku berkesempatan mengunjungi kawasan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi, termasuk peninggalan sumur kuno yang diperkirakan dibangun pada abad ke-6. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti kuat bahwa Jambi memiliki jejak peradaban yang sangat panjang dan bernilai tinggi.
“Saya merasa berbahagia karena bisa melihat langsung betapa panjangnya sejarah Provinsi Jambi. Ini bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi warisan peradaban yang harus dijaga dan bisa menjadi kekuatan ekonomi daerah melalui sektor wisata sejarah dan budaya,” jelasnya.
Selain menyoroti sejarah dan budaya, Menteri Hukum RI juga menekankan pentingnya penguatan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) sebagai bagian dari pelayanan hukum yang lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Posbakum menjadi langkah strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan mediasi dan restorative justice, tanpa harus seluruh persoalan berujung pada proses hukum formal di pengadilan.
“Lurah, kepala desa, RT, RW setiap hari sebenarnya sudah menjalankan fungsi penyelesaian sengketa kecil di masyarakat. Sekarang ini kita formalkan melalui Posbakum agar penyelesaian masalah menjadi lebih cepat, efektif, dan murah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penerapan restorative justice sejalan dengan perkembangan hukum nasional, termasuk implementasi KUHP dan KUHAP baru, yang mengedepankan penyelesaian perkara secara damai dan berkeadilan.
Menurut Supratman, pendekatan tersebut juga berdampak besar terhadap efisiensi anggaran negara, karena biaya penanganan satu perkara pidana hingga tingkat pengadilan sangat besar.
“Lewat mediasi Posbakum, negara dapat menghemat biaya yang sangat besar. Anggaran itu bisa dialihkan untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi terhadap capaian pertumbuhan ekonomi Kota Jambi yang dinilai sangat positif. Ia menyebut laju pertumbuhan ekonomi Kota Jambi pada tahun 2025 yang mencapai 5,13 persen merupakan prestasi yang membanggakan.
Bahkan, ia optimistis pada tahun 2026 pertumbuhan ekonomi dapat terus meningkat sejalan dengan target pemerintah pusat yang menargetkan pertumbuhan nasional mencapai 5,8 hingga 6 persen.
“Ini adalah prestasi yang sangat baik dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Optimisme ini harus terus dijaga dan dikaitkan dengan program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto,” tutupnya.
Jamuan makan malam tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun Kota Jambi yang maju, berbudaya, dan berkeadilan hukum. (Eros)





