Bank Jambi Fokus Layanan Digital, bulan Mei menjadi target pulihnya Mobile Banking

Jambiku.com, JAMBI — Upaya pemulihan layanan digital pasca gangguan keamanan siber kini menjadi perhatian utama manajemen Bank Jambi. Di tengah proses pembenahan sistem yang masih berlangsung, layanan mobile banking menjadi salah satu fasilitas yang paling diprioritaskan untuk segera kembali digunakan nasabah.( 07/05/2026)

Sejak terjadinya gangguan pada sistem digital beberapa waktu lalu, aktivitas transaksi elektronik nasabah ikut terdampak. Sejumlah pengguna mengaku kesulitan melakukan transfer, pembayaran, hingga berbagai transaksi harian yang selama ini bergantung pada aplikasi mobile banking.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut mendorong manajemen Bank Jambi untuk mempercepat proses pemulihan sekaligus memperkuat sistem keamanan digital agar layanan dapat kembali berjalan normal dan lebih aman.

Komisaris Utama Bank Jambi, Sudirman, mengatakan bahwa pemulihan mobile banking menjadi agenda mendesak yang saat ini terus dikebut pihak manajemen.

Menurutnya, layanan digital sebelumnya telah menjadi bagian penting dalam aktivitas perbankan masyarakat. Karena itu, gangguan yang terjadi ikut memengaruhi kenyamanan nasabah dalam bertransaksi.

“Yang paling utama sekarang adalah bagaimana mobile banking bisa segera kembali aktif. Karena layanan ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi sehari-hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini proses audit forensik masih terus berjalan untuk menelusuri penyebab insiden keamanan siber tersebut secara menyeluruh. Hasil audit itu nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk evaluasi sistem keamanan internal.

Dewan Komisaris, kata Sudirman, juga telah meminta agar audit forensik dipercepat sehingga proses pemulihan layanan digital tidak berlangsung terlalu lama.

“Harapannya dalam bulan Mei ini hasil audit forensik sudah bisa diterima dan layanan mobile banking dapat kembali dioperasikan,” katanya.

Terkait kemungkinan adanya keterlibatan pihak internal dalam insiden tersebut, Sudirman menegaskan pihaknya belum ingin mengambil kesimpulan sebelum hasil audit resmi diterbitkan.

Ia meminta seluruh pihak untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil investigasi forensik yang saat ini masih dilakukan.

“Kita belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum audit selesai. Nanti dari hasil audit akan terlihat apakah faktor penyebabnya berasal dari internal atau eksternal,” tegasnya.

Di sisi lain, Bank Jambi saat ini juga terus melakukan penguatan sistem pengamanan teknologi informasi guna memastikan layanan digital ke depan lebih terlindungi dari potensi ancaman siber.

Langkah pemulihan itu dinilai penting tidak hanya untuk mengembalikan operasional layanan, tetapi juga menjaga kepercayaan nasabah yang selama ini mengandalkan transaksi digital dalam aktivitas perbankan sehari-hari.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *