Jambiku.com, JAMBI – Hasil audit forensik terkait dugaan serangan siber yang menimpa Bank Jambi pada Februari 2026 lalu telah menjadi dasar bagi regulator untuk mendorong percepatan langkah-langkah perbaikan dan pemulihan sistem secara menyeluruh di lingkungan bank daerah tersebut.
Dokumen hasil audit tersebut saat ini digunakan oleh pihak terkait untuk mengidentifikasi penyebab insiden serta merumuskan langkah mitigasi guna memperkuat keamanan teknologi informasi dan layanan digital Bank Jambi.
Saat dikonfirmasi, Tim Humas Bank Jambi membenarkan bahwa laporan lengkap hasil audit forensik tidak disebarluaskan kepada publik. Menurutnya, dokumen tersebut hanya disampaikan kepada pihak-pihak yang berwenang, yakni Kepolisian Daerah (Polda), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk kepentingan penyelidikan dan proses penanganan lebih lanjut.
“Hasil audit forensik hanya diberikan kepada Polda, Bank Indonesia, dan OJK untuk kepentingan penyidik serta pihak regulator yang berwenang,” tegas Tim Humas Bank Jambi.
Langkah tindak lanjut yang dilakukan berdasarkan hasil audit tersebut dinilai penting untuk mempercepat proses pemulihan layanan digital Bank Jambi sekaligus memastikan sistem keamanan perbankan semakin kuat dan mampu mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Selain itu, upaya pemulihan yang tengah berjalan diharapkan dapat mengembalikan akses layanan digital secara optimal sehingga aktivitas transaksi dan pelayanan kepada nasabah dapat berlangsung normal serta aman. (Eros)





