Menembus Batas Derma: Sinergi BAZNAS Kota Jambi dan Multi-Pihak Ubah Zakat Jadi Pilar Reintegrasi Sosial

Jambiku.com, ​JAMBI – Di sudut historis Kelurahan Tanjung Johor, Seberang Kota Jambi, sebuah peresmian sederhana pada Rabu (26/8/2026) merefleksikan transformasi besar dalam paradigma pengelolaan dana sosial keagamaan.

 

Bacaan Lainnya

BAZNAS Kota Jambi bersama Pemerintah Kota Jambi, PT Pegadaian, dan Kanwil Ditjenpas Jambi menyerahkan kunci Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) kepada Ibu Mulyani dan keluarganya. Acara ini bukan sekadar seremoni penyerahan bangunan fisik, melainkan manifestasi pemuliaan martabat manusia melalui integrasi zakat dan inklusi sosial.

 

​Transformasi Zakat: Dari Karitatif Menjadi Multidimensi

 

​Program RLHB di RT 01 Tanjung Johor ini menegaskan komitmen BAZNAS Kota Jambi dalam mengorkestrasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) agar berdampak lebih luas. Melalui kolaborasi lintas sektor, bantuan tidak lagi berjalan secara parsial. Dukungan PT Pegadaian memperkuat daya jangkau pendanaan, sementara Pemkot Jambi memastikan keterpaduan sasaran pengetasan kemiskinan daerah.

 

​Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhammad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I., menggarisbawahi pentingnya membangun ekosistem kebaikan yang terukur dan inklusif:

 

​”Zakat memiliki daya ubah yang luar biasa ketika dikelola secara transparan dan disinergikan secara terbuka. Di Tanjung Johor, keberkahan dana umat memanifestasikan dua kebaikan sekaligus: menghadirkan hunian yang aman dan sehat bagi mustahik, serta memberikan panggung pembuktian bagi warga binaan bahwa mereka adalah bagian berharga dari masyarakat,” tegas Padli.

 

​Kemanusiaan Tanpa Stigma: Warga Binaan Sebagai Agen Pemulihan

​Dimensi paling mendalam dari program ini terletak pada proses konstruksinya. Selama 15 hari, Pasukan Merah Putih—tim warga binaan Lapas Kelas IIA Jambi—mencurahkan keterampilan pertukangan mereka di lapangan. Kakanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, bersama Kalapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, menunjukkan bahwa pembinaan hukum saat ini berorientasi pada kemanfaatan publik yang nyata.

 

​Tangan-tangan yang tengah menjalani masa asimilasi tersebut tidak hanya menyusun batu bata, tetapi juga merajut kembali kepercayaan publik. Pendekatan ini mengubah narasi pemasyarakatan dari sekadar hukuman menjadi proses pemulihan hubungan sosial (restorative justice).

 

​Sinergi Berkelanjutan Bagi Kesejahteraan Warga

​Kehangatan peresmian ditutup dengan pembagian paket sembako bagi warga kurang mampu di sekitar lokasi. Bantuan ini bersumber dari kolaborasi unik antara hasil program ketahanan pangan mandiri warga binaan Lapas Jambi dan dukungan logistik BAZNAS Kota Jambi, menciptakan rantai nilai (value chain) kebaikan yang utuh.

 

​Langkah BAZNAS Kota Jambi di kawasan Seberang ini menetapkan standar baru tata kelola zakat daerah. Ketika transparansi BAZNAS, kepedulian BUMN, regulasi pemerintah daerah, dan pembinaan negara menyatu, zakat menjelma menjadi instrumen pemulihan sosial yang berdampak jangka panjang.(Eros)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *