Jambiku.com, Jambi – Polemik dugaan utang sebesar Rp115 juta yang melibatkan Sekretaris DPRD Kabupaten Muaro Jambi tengah menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Kasus ini mencuat setelah pemilik sebuah warung kecil menyampaikan keluhannya terkait pembayaran utang yang disebut belum diselesaikan selama bertahun-tahun. Utang tersebut dikabarkan berasal dari kebutuhan yang diambil secara bertahap, namun hingga kini belum juga dilunasi.
Akibat kondisi tersebut, pemilik warung mengaku mengalami kesulitan keuangan serius. Minimnya perputaran modal membuat usaha kecil yang selama ini menjadi sumber penghidupan terancam bangkrut.
“Sudah lama menunggu itikad baik untuk penyelesaian, namun sampai sekarang belum ada kejelasan,” ungkap pemilik warung dengan nada penuh harap.
Di tengah polemik ini, publik turut menyoroti sikap pihak terkait yang dinilai belum menunjukkan tanggung jawab secara terbuka bulan saling lempar batu sembunyi tangan Padahal, sebagai bagian dari lembaga legislatif, figur tersebut diharapkan dapat menjadi contoh dalam menjaga integritas dan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.
Pemilik warung kini berharap adanya penyelesaian yang adil dan cepat agar usahanya dapat kembali berjalan normal. Ia juga meminta perhatian dari pihak berwenang untuk membantu memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Sekretaris DPRD Kabupaten Muaro Jambi terkait polemik yang berkembang. ( Eros )





