UNJA Raih Tambahan Dua Jurnal SINTA 2, Dorong Penguatan Publikasi Ilmiah

Jambiku.com, Mendalo – Universitas Jambi (UNJA) kembali mencatatkan prestasi dalam pengembangan publikasi ilmiah. Dua jurnal terbaru berhasil meraih akreditasi Science and Technology Index (SINTA) peringkat 2, memperkokoh posisi UNJA dalam pengelolaan jurnal akademik di tingkat nasional.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJA, Prof. Amirul Mukminin, S.Pd., M.Sc. Ed., Ph.D., mengungkapkan bahwa dua jurnal yang memperoleh akreditasi tersebut adalah Ideal: Indonesian Educational Administration and Leadership Journal serta Elements: Educational Leadership and Management Journal. Keduanya merupakan jurnal di bidang pendidikan yang dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melalui LPPM.

Bacaan Lainnya

Dengan pencapaian ini, jumlah jurnal UNJA yang terakreditasi SINTA 2 kini bertambah menjadi tujuh. Sebelumnya, universitas ini telah memiliki lima jurnal dengan peringkat yang sama.

Secara nasional, jumlah jurnal ilmiah di Indonesia mencapai lebih dari 20 ribu, dengan sekitar 13 ribu jurnal telah terakreditasi dalam sistem SINTA dari peringkat 1 hingga 6. Sementara di lingkungan UNJA, terdapat sekitar 142 jurnal yang dikelola, baik yang telah terakreditasi maupun yang masih dalam tahap pengembangan.

Dari total tersebut, sekitar 59 jurnal telah mengantongi akreditasi, termasuk tiga jurnal berperingkat SINTA 1 dan tujuh jurnal SINTA 2. Selain itu, UNJA juga memiliki dua jurnal yang telah terindeks Scopus.

Prof. Amirul menjelaskan, capaian akreditasi SINTA 2 bukanlah hal mudah. Proses penilaian berlangsung ketat dengan berbagai indikator, mulai dari kualitas artikel, tata kelola penerbitan, hingga peran aktif editor dan reviewer dalam mendukung kegiatan penelitian.

Menurutnya, keberadaan jurnal SINTA 2 memiliki peran strategis, terutama sebagai salah satu syarat kenaikan jabatan fungsional dosen menuju lektor kepala. Di sisi lain, jurnal tersebut juga menjadi wadah penting bagi dosen dan peneliti dalam mempublikasikan hasil riset.

Tak hanya bagi dosen, jurnal terakreditasi juga berkontribusi pada aktivitas akademik mahasiswa. Di UNJA, mahasiswa program doktor (S3) diwajibkan memiliki minimal dua artikel yang terbit di jurnal SINTA 2 sebagai syarat kelulusan.

Untuk meningkatkan kualitas jurnal, LPPM UNJA terus melakukan berbagai upaya, seperti menghadirkan pakar dari kementerian untuk memberikan pelatihan pengelolaan jurnal serta melaksanakan evaluasi rutin setiap semester.

UNJA juga didukung oleh tiga asesor jurnal tingkat nasional yang berperan dalam membimbing dan memfasilitasi pengelola jurnal agar kualitas publikasi terus meningkat.

Ke depan, pada tahun 2026, LPPM berencana menggelar program bedah jurnal. Kegiatan ini akan menjadi forum bagi pengelola jurnal untuk mempresentasikan kinerja, kualitas artikel, serta berbagai kendala yang dihadapi, sehingga dapat memperoleh solusi dan pendampingan dalam meningkatkan akreditasi.

Saat ini, UNJA memiliki sekitar 1.341 dosen. LPPM berharap seluruh dosen dapat lebih aktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah guna mendorong peningkatan kualitas jurnal universitas.

Sebagai penutup, Prof. Amirul menegaskan bahwa kemajuan jurnal tidak hanya ditentukan oleh sistem pengelolaan, tetapi juga oleh komitmen sivitas akademika dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan berdampak.

“Keberanian dan ketegasan bukan sekadar untuk diceritakan, tetapi harus diwujudkan dalam karya nyata,” pungkasnya. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *