RAKYAT JAMBI JANGAN TERPROVOKASI ISU DISINFORMASI / OPINI SESAT PERBANKAN (BANK JAMBI)

Jambiku.com, JAMBI – Beberapa bank nasional dan lembaga keuangan di Indonesia pernah mengalami gangguan sistem yang diduga atau dikonfirmasi sebagai serangan siber/hacker, terutama dalam bentuk ransomware. Berikut adalah beberapa kasus yang menonjol (31/03/2026)

Bank Syariah Indonesia (BSI) (2023): Pada Mei 2023, sistem BSI mengalami gangguan (down) selama beberapa hari yang menyebabkan layanan ATM dan mobile banking tidak dapat diakses. Kelompok peretas ransomware Lockbit mengaku bertanggung jawab atas serangan ini dan mengklaim mencuri 1,5 terabyte data, termasuk data 15 juta nasabah.

Bacaan Lainnya

Bank Indonesia (BI) (2022): Bank Indonesia mengonfirmasi mengalami serangan cyberattack yang melibatkan ransomware Conti pada Januari 2022. Meskipun terjadi pembobolan data (sekitar 487,09 MB), BI menegaskan layanan operasional tetap berjalan dan data kritikal tidak diambil.

Bank Jambi (2026): Dilaporkan terjadi serangan hacker yang melanda Bank Jambi pada akhir Februari 2026, yang mengakibatkan gangguan pada layanan perbankan.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) (2024 – Hoaks/Isu): Sempat beredar kabar pada Desember 2024 mengenai dugaan serangan ransomware oleh kelompok Bashe yang menyasar BRI. Namun, BRI menegaskan tidak ada serangan tersebut dan sistem berjalan normal, yang kemudian dikonfirmasi sebagai laporan [HOAKS] oleh Jala Hoaks Jakarta.

Bank Mandiri (2024 – Percobaan): Terdapat klaim mengenai adanya upaya serangan siber (sebanyak 1 juta serangan) pada September 2024 yang mencoba membobol sistem data digital banking Bank Mandiri.

BBC

BBC

+10

Serangan-serangan ini biasanya bertujuan untuk mencuri data pribadi nasabah atau meminta uang tebusan (ransomware) dengan cara mengunci akses ke sistem komputer bank. Bukti Bank Jambi mampu memulihkan dari serangan syber pertahanan sistim perbankan sudah berangsur pulih, yakni waka DPRD PROVINSI Jambi Ivan Wirata, senen tgl 30 Maret 2025, telah menguji mesin ATM BANK Jambi sudah dapat beroperasi seperti semula, artinya putra putri jambi yang bekerja di Bank Jambi mampu memulihkan serangan syber trrhadap bank jambi. Oleh karena rakyat jambi mesti yakin bahwa Bank Jambi survive terhadap asset jambi kebangganggan kita. Tidak ada jaminan saat Bank Nasional dan seluruh Bank diindonesia tidak luput dari serangan syber, maka negaran memberikan perlindungan atas simpanan dana rakyat di perbankan. Rakyat jangan panik soal isu sesat tentang perbankan, karena UU Perbankan menjamin dana nasabah di perbankan, ujar Ketua Himpunan Insan Pers Solidaritas Indonesia Jambi ( HIPSI ) Cnddt. Dr. Asari Syafii. M.H., (Eros)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *