Jambiku.com, JAMBI – Penolakan masyarakat terhadap rencana pembangunan stockpile batu bara oleh PT SAS memasuki babak baru. Wakil Ketua Komnas HAM RI, Prabianto Mukti Wibowo, melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada Kamis (23/4/2026), didampingi tiga staf Komnasham
Kehadiran Komnas HAM tersebut disambut antusias oleh ratusan warga yang sejak awal menolak rencana pembangunan stockpile. Mereka memadati area yang direncanakan menjadi lokasi proyek sebagai bentuk penegasan sikap.
Kunjungan ini dinilai membawa harapan baru di tengah menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Provinsi Jambi dalam menyikapi persoalan tersebut. Sejumlah tokoh turut hadir mendampingi warga, di antaranya Ketua BPR Rahmat, Direktur WALHI Jambi Oscar Anugrah , Ketua Harian Erpen, serta masyarakat terdampak dari berbagai wilayah.
Dalam peninjauan lapangan, Prabianto mengungkapkan adanya sejumlah dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di lokasi rencana pembangunan. Ia menegaskan bahwa Komnas HAM akan mengambil langkah konkret.
“Komnas HAM akan mendorong Gubernur Jambi untuk merelokasi stockpile tersebut karena berpotensi mengganggu hak hidup masyarakat sekitar,” tegas Prabianto.
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan mandat Komnas HAM dalam memperjuangkan kelayakan hidup masyarakat sebagaimana diatur dalam berbagai regulasi. Di antaranya Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 yang menjamin hak setiap orang untuk hidup sejahtera, bertempat tinggal, serta memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat. Selain itu, UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial juga menegaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar warga negara, baik material, spiritual, maupun sosial.
Tak hanya itu, ketentuan mengenai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebagaimana diatur dalam Permenaker Nomor 18 Tahun 2020 juga menjadi salah satu rujukan dalam memastikan standar kehidupan yang layak bagi masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat menyampaikan rasa syukur atas perhatian langsung dari Komnas HAM. Mereka menilai kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus penguatan atas perjuangan warga.
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima kunjungan istimewa dari Komnas HAM pusat di Jakarta. Ini menambah kepercayaan diri kami dalam memperjuangkan penolakan terhadap stockpile batu bara di wilayah kami,” ujar salah satu perwakilan warga.
Masyarakat dari sejumlah wilayah terdampak, seperti Aru Kenali, Mendalo Darat, dan Penyengat Rendah, berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas demi melindungi hak hidup dan lingkungan mereka. (Eros)





