Jambiku.com, JAMBI – Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi terkait Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 turut menyoroti sejumlah persoalan sosial dan pendidikan yang tengah menjadi perhatian masyarakat.
Rapat tersebut dihadiri Wali Kota Jambi Dr. dr. Maulana, M.K.M. bersama Wakil Wali Kota Jambi serta jajaran Pemerintah Kota Jambi. Dalam rapat, delapan fraksi DPRD Kota Jambi telah menyampaikan pandangan dan masukan terhadap rancangan kebijakan anggaran pemerintah daerah.
Dari pandangan fraksi tersebut, secara umum DPRD memberikan apresiasi terhadap peningkatan pendapatan daerah serta rencana peningkatan belanja sekitar 10,9 persen. Namun, kenaikan anggaran tersebut diharapkan diarahkan pada program-program prioritas, khususnya sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
Menanggapi berbagai pandangan tersebut, Wali Kota Jambi Maulana mengatakan pemerintah daerah akan memberikan jawaban eksekutif terhadap seluruh masukan fraksi dalam agenda paripurna berikutnya.
“Sebagian besar mengapresiasi peningkatan pendapatan kita. Kemudian peningkatan belanja 10,9 persen juga disarankan untuk program-program prioritas, yaitu pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Insya Allah, pandangan dan saran positif dari semua fraksi ini akan menjadi bagian dalam menjalankan program prioritas,” ujar Maulana.
Selain pembahasan anggaran, isu pendidikan dan perlindungan anak juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jambi. Salah satunya terkait dugaan bullying terhadap seorang guru yang mencuat dalam beberapa waktu terakhir.
Maulana memastikan Pemkot Jambi telah mengambil langkah dengan menurunkan tim Inspektorat untuk melakukan kajian. Pemerintah juga melibatkan psikolog guna melakukan asesmen terhadap persoalan tersebut secara menyeluruh.
“Indikasi bullying kepada salah satu guru, kita sudah menurunkan tim dari Inspektorat untuk melakukan kajian. Kemudian bukan hanya kajian, psikolog juga sudah turun untuk melakukan assessment secara baik, termasuk bagaimana penanganannya,” jelasnya.
Menurut Maulana, hasil kajian nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penyelesaian, baik dari aspek kesehatan mental maupun administrasi di lingkungan sekolah.
Ia mengatakan, kemungkinan adanya pergeseran tenaga pendidik juga akan dikaji apabila dinilai menjadi solusi terbaik untuk menciptakan kembali suasana kerja yang kondusif.
“Apakah dewan majelis gurunya atau seorang guru itu tetap di situ, atau ada pergeseran tempat, mana yang terbaik berkaitan dengan menciptakan iklim kerja yang kondusif. Kalau sudah pernah ada hal-hal yang kurang baik, kita tidak bisa menyatukan kembali dalam arti satu tempat kerja karena dikhawatirkan berulang,” katanya.
Selain persoalan di lingkungan sekolah, Maulana juga menyoroti meningkatnya kenakalan remaja, termasuk aksi geng motor dan perkelahian antarremaja.
Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah atau aparat penegak hukum. Peran keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk perilaku anak.
“Intinya dimulai dari keluarga, kemudian dari lingkungan, termasuk lingkungan sekolah, satuan pendidikan, guru dan lain-lain. Bagaimana peran guru, kepala sekolah, termasuk juga peran orang tua,” tegasnya.
Maulana menilai perkembangan media sosial juga memiliki pengaruh besar terhadap perilaku anak dan remaja. Ia mencontohkan kasus perkelahian hingga duel antar remaja yang bahkan dapat berujung pada hilangnya nyawa.
Karena itu, ia mendorong penguatan pendidikan parenting agar orang tua lebih aktif mengawasi pergaulan dan aktivitas anak.
“Anak-anak ini kok jadi brutal melalui media sosial, ini mempengaruhi banyak hal. Harus dicek siapa kawannya, apa saja konten yang dilihat. Kemudian jam-jam malam tidak boleh berada di luar,” pungkas Maulana.
Pemerintah Kota Jambi berharap sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah dapat diperkuat untuk mencegah terjadinya bullying maupun kenakalan remaja, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi anak-anak di Kota Jambi. (Eros)





