Jambiku.com, Jambi – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, S.E., yang akrab disapa KFA, dikenal sebagai sosok pemimpin yang rendah hati, santai, namun cerdas dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. Gaya kepemimpinannya yang sederhana membuatnya mudah diterima di berbagai kalangan masyarakat.
KFA dikenal aktif menyapa dan berinteraksi langsung dengan warga. Ia juga kerap hadir di tengah masyarakat, terutama saat ada warga yang tertimpa musibah, sebagai bentuk kepedulian dan empati nyata terhadap kondisi sosial di Kota Jambi.
Selain aktif di kegiatan kemasyarakatan, Kemas Faried juga memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi dan dunia politik. Ia resmi menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Jambi sejak Jumat, 13 September 2024. Politisi Partai Golkar ini lahir di Jambi pada 26 Agustus 1981.
Pada Pemilihan Legislatif terakhir, Kemas Faried kembali terpilih sebagai anggota DPRD Kota Jambi dari daerah pemilihan III dengan perolehan 5.830 suara, menjadikannya sebagai peraih suara tertinggi di dapil tersebut.
Dari sisi pendidikan, Kemas Faried menempuh pendidikan dasar di SD Adyaksa 1 Jambi (1987–1993), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 7 Jambi (1993–1996) dan SMA Negeri 1 Jambi (1996–1999). Ia kemudian meraih gelar Sarjana dari Universitas Trisakti, Jakarta, pada tahun 2004.
Pengalamannya di dunia organisasi juga cukup panjang. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Bidang Ekonomi DPD KNPI (2009–2012), Wakil Ketua Bidang Pelajar dan Mahasiswa DPD AMPI (2008–2013), Bendahara PD AMPG Jambi (2009–2015), serta Wakil Bendahara KOSGORO 1957 Jambi (2011–2016). Saat ini, ia juga dipercaya sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Jambi.
Tak hanya aktif dalam organisasi dan pemerintahan, Kemas Faried juga menerima berbagai penghargaan bergengsi. Salah satunya adalah HIPMI Award yang diraihnya dalam Musyawarah Daerah (Musda) XII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Jambi yang digelar pada Rabu, 4 Juni 2025 di Swiss-Belhotel Jambi.
Kepemimpinan Kemas Faried mencerminkan bahwa seorang wakil rakyat tidak hanya berperan sebagai legislator, tetapi juga sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Pendekatan yang mengedepankan dialog serta keterbukaan menjadi kunci dalam menciptakan hubungan yang harmonis dan membawa perubahan positif bagi Kota Jambi. (Eros)





