Viral, Debi Ceper Bongkar Dugaan Kasus Pajak yang Seret Nama Didik Sartono

Jambiku.com, JAMBI — Polemik yang melibatkan konten kreator Debi Ceper memasuki babak baru. Setelah sebelumnya mengaku mendapat ancaman dari akun yang diduga berkaitan dengan orang di lingkaran Gubernur Jambi Al Haris, Debi kini kembali membuat gebrakan melalui unggahan di media sosialnya.

Kali ini, sorotan diarahkan kepada sosok bernama Didik Sartono.

Bacaan Lainnya

Melalui akun Instagram @debiceper23, Debi mengunggah empat slide yang berisi tudingan serta sejumlah tangkapan layar percakapan dengan pihak yang mengaku menjadi korban.

Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian luas. Hingga berita ini ditulis, postingan itu tercatat telah memperoleh sekitar 6.035 likes, 351 komentar, dan 234 kali dibagikan.

Dalam slide pertama, Debi menuliskan tudingan secara terbuka terhadap Didik Sartono.

“Didik yang bela gubernur jambi Al haris dan ancam debi ceper, Diduga menjadi calo pajak dijambi dan di duga gelapkan uang masyarakat,” tulis Debi.

Namun, tudingan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen.

Pada slide berikutnya, Debi menyertakan sejumlah tangkapan layar percakapan yang disebut berasal dari orang-orang yang mengaku pernah berurusan dengan Didik.

Salah satu pihak yang menghubungi Debi mengaku keluarganya telah menyerahkan uang untuk keperluan pembayaran pajak, namun menurut pengakuannya, uang tersebut belum dikembalikan meski telah berulang kali ditagih.

“ya Allah banggg makasihh nian udah up kasus didik ni, dio jugo bawa lari duit orang tuo aku untuk bayar pajak dari kemarin aku tagihin dak ado nian itikad baeknyo nak bayar, Lah sampe datang aku kerumah orang tuo nyo bang untuk nagih duit tu.”

Pengakuan lain bahkan menyebut adanya transaksi transfer yang disebut ditujukan kepada rekening atas nama Didik Sartono.

Dalam percakapan yang dibagikan Debi, pihak yang mengaku sebagai korban mengatakan telah meminta bantuan Didik untuk mengurus pembayaran pajak kendaraan. Menurut pengakuan tersebut, uang telah diserahkan, tetapi dokumen kendaraan disebut tak kunjung dikembalikan selama berbulan-bulan.

“dio kan kerjo di kantor pajak bang, jadi orang tuo ni minta tolong bayarin pajak samo dio, krn dio emang sering bayari pajak orang..dibayar lah ke dio 1.400 sampe la ber bulan bulan stnk mobil kami dk balek.”

Pihak tersebut kemudian mengaku mendatangi rumah orang tua Didik untuk mempertanyakan keberadaan STNK kendaraan mereka.

Saat itulah, menurut pengakuan yang dibagikan Debi, mereka baru mengetahui bahwa pembayaran pajak kendaraan tersebut disebut belum dilakukan.

Pengakuan itu juga menyebut adanya bukti transfer senilai Rp2.770.500 ke rekening atas nama Didik Sartono. Namun, konteks dan keterkaitan transaksi tersebut dengan pembayaran pajak belum dapat diverifikasi secara independen.

Persoalan disebut semakin rumit ketika pihak yang mengaku sebagai korban mengklaim telah berulang kali menghubungi Didik untuk meminta penjelasan.

“la kami tagihin terus setiap hari, dak ado nian di respon nyo bang, malah wa kami di blokir, ig kami di blokir nyo.”

Tak berhenti di sana, pihak tersebut juga mengaitkan persoalan itu dengan aktivitas Didik yang disebut pernah menjadi bagian dari tim sukses Al Haris.

“gaya dio waktu jadi tim sukses al haris tu, janji dio nak bayar pas la selesai kampanye karna duit dio…”

Klaim mengenai keterlibatan Didik dalam tim sukses maupun alasan penggunaan uang tersebut juga masih merupakan keterangan dari pihak yang mengaku sebagai korban dan belum mendapatkan konfirmasi dari Didik Sartono.

Debi Buka Ruang Tabayyun

Meski menyampaikan tudingan secara terbuka, Debi dalam caption unggahannya tetap menyisakan ruang untuk klarifikasi.

Ia bahkan mengingatkan agar informasi tersebut tidak serta-merta dianggap sebagai kebenaran sebelum ada pembuktian.

“Semoga ini hoax, akan tetapi kalo bener tega banget ya katanya korban ada yang pekerja umkm.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa informasi yang disebarkan Debi masih berada pada ranah tudingan dan pengakuan pihak tertentu.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan langsung dari Didik Sartono terkait tudingan dugaan penggelapan uang, pengurusan pajak kendaraan, maupun isi percakapan yang diunggah Debi.

Karena itu, seluruh tudingan tersebut masih memerlukan konfirmasi, verifikasi dokumen transaksi, serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait sebelum dapat dinilai sebagai fakta.

Perkembangan kasus ini pun kini menjadi perhatian publik, terutama setelah Debi Ceper secara terbuka mengunggah bukti percakapan yang diklaim berasal dari sejumlah orang yang merasa dirugikan.

Publik masih menunggu satu hal penting: apa penjelasan Didik Sartono atas tudingan tersebut?. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *