Jambiku.com – Perang melawan narkotika kini tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga diperkuat dari lingkungan pendidikan tinggi. Universitas Jambi (UNJA) menjalin kerja sama strategis dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi sebagai upaya menekan penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai langkah komprehensif, tidak sebatas kegiatan sosialisasi, tetapi juga penguatan edukasi berkelanjutan, pengembangan materi dalam kurikulum pendidikan, hingga pembentukan gerakan mahasiswa anti narkoba di lingkungan kampus. Upaya ini dinilai penting mengingat generasi muda, khususnya mahasiswa, merupakan kelompok yang rentan menjadi sasaran peredaran narkotika.
- Rektor UNJA menegaskan, kampus memiliki peran strategis dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Melalui kolaborasi dengan BNNP Jambi, UNJA berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang bersih dari narkotika serta membekali mahasiswa dengan pemahaman dan kesadaran yang kuat terhadap bahaya penyalahgunaan zat terlarang tersebut.
Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah penguatan edukasi. Edukasi dinilai sebagai instrumen paling efektif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, karena mampu membentuk pola pikir mahasiswa agar lebih bijak dalam mengambil keputusan. Dengan pemahaman yang memadai mengenai risiko dan konsekuensi serius penggunaan narkoba, mahasiswa diharapkan mampu berpikir kritis dan menolak segala bentuk penyalahgunaan.
Selain itu, edukasi juga diarahkan untuk menyediakan informasi yang akurat terkait jenis-jenis narkoba, dampak negatif, serta risiko jangka pendek dan panjang yang ditimbulkan. Informasi yang benar diharapkan dapat mematahkan berbagai mitos dan informasi keliru yang kerap beredar dari sumber tidak terpercaya.
Program edukasi ini turut menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan mental dan fisik. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai dampak narkoba terhadap sistem saraf, kesehatan mental, serta keseimbangan kimia otak, sehingga mendorong mereka untuk lebih memprioritaskan kesejahteraan diri.
Melalui kerja sama ini, UNJA dan BNNP Jambi juga berupaya mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan yang bijak di kalangan mahasiswa. Edukasi diharapkan mampu melatih mahasiswa untuk mengevaluasi risiko, mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang, serta berani mengambil sikap tegas terhadap perilaku berisiko.
Tak kalah penting, program ini membekali mahasiswa dalam menghadapi tekanan teman sebaya, yang kerap menjadi faktor utama seseorang pertama kali mencoba narkoba. Dengan pemahaman dan kepercayaan diri yang kuat, mahasiswa diharapkan mampu menolak ajakan negatif dan menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan bebas narkotika.
Kerja sama UNJA dan BNNP Jambi ini menjadi langkah konkret dalam membangun benteng pertahanan dari dunia pendidikan, guna menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika yang terus berkembang.(Eros)





