Wamendagri dan rektor unja sepakat Peran Adat Dinilai Krusial dalam Kepemimpinan dan Tata Kelola Pemerintahan

Jambiku.com, Jambi – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Dr. Bima Arya Sugiarto, menegaskan pentingnya peran nilai-nilai adat dalam kepemimpinan dan penyelenggaraan pemerintahan. Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan ke Universitas Jambi (UNJA) yang disambut antusias oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Rabu (15/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium UNIFAC lantai 1 itu dipadati mahasiswa dan mahasiswi yang ingin mendengar langsung pandangan Wamendagri terkait kepemimpinan berbasis kearifan lokal.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya, Bima Arya menekankan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya memahami sistem formal pemerintahan, tetapi juga harus mengerti, menghayati, dan mampu mempraktikkan nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat.

“Seorang pemimpin harus memahami adat, mempraktikkannya, serta mampu membangun dukungan dari masyarakat adat. Keberpihakan terhadap nilai-nilai adat menjadi hal penting dalam kepemimpinan,” ujarnya.

Berbasis ilmu hukum, Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., menegaskan hal yang senada bahwa hukum adat memiliki posisi strategis dalam mendukung sistem pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, harmonisasi antara hukum negara dan hukum adat menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola yang efektif dan berkeadilan.

“Dalam menjalankan birokrasi maupun penegakan hukum, perlu adanya perpaduan antara hukum yang dibentuk negara dengan hukum yang lahir dari adat istiadat. Semua itu harus berlandaskan nilai-nilai yang hidup di masyarakat,” jelas Helmi.

Ia juga menambahkan bahwa penting adanya keterhubungan antara kebutuhan hukum di tingkat masyarakat dengan kebijakan hukum yang dirumuskan pemerintah. Hal ini, menurutnya, harus berjalan seimbang agar tidak terjadi ketimpangan antara kepentingan lokal dan nasional.

“Seperti bandul, keseimbangan itu harus dijaga. Tidak boleh terlalu condong ke bawah atau ke atas. Keseimbangan ini penting dalam sistem birokrasi, hukum, maupun sosial budaya,” tegasnya.

Kunjungan ini diharapkan mampu memperkaya wawasan mahasiswa, khususnya dalam memahami pentingnya integrasi antara nilai adat dan sistem pemerintahan modern sebagai fondasi kepemimpinan yang inklusif dan berkelanjutan. (Eros)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *