Pelajar Jambi Didorong Jadi Pelaku Aktif HAM, Kopeta HAM Resmi Digaungkan

Jambiku.com JAMBI – Upaya penguatan kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) di kalangan pelajar terus digalakkan melalui pembentukan Komunitas Pelajar Cinta HAM (Kopeta HAM). Program ini diharapkan menjadi wadah sinergi antara lembaga dan generasi muda, sekaligus mendorong pelajar bertransformasi dari sekadar objek menjadi pelaku aktif dalam perjalanan sejarah bangsa.

Kegiatan tersebut digelar di Karunia Global School, Kota Jambi, Kamis (16/04/2026), dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Kepala Kantor Kementerian HAM Sukiman, SH., MH., Direktur Penguatan HAM Giyanto, M.IP., M.Si., akademisi hukum Universitas Jambi, serta sejumlah pejabat lainnya.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha langsung menyoroti pentingnya pemahaman HAM dalam konteks keberagaman dan inklusivitas. Ia menyebutkan bahwa Kota Jambi sebagai wilayah yang heterogen relatif minim konflik karena masyarakatnya telah terbiasa hidup berdampingan dalam perbedaan.

“Isu-isu seperti inklusivitas dan ras memang penting untuk dibahas. Di Kota Jambi, kondisi masyarakat yang heterogen sudah terbangun sejak lama, sehingga potensi konflik relatif kecil. Namun, di beberapa daerah lain, penerapan nilai-nilai tersebut masih menjadi tantangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Diza juga menyoroti dinamika generasi muda saat ini, khususnya generasi milenial dan generasi alfa yang jumlahnya dominan. Menurutnya, kondisi ini menjadi potensi besar sekaligus tantangan apabila tidak diimbangi dengan kesadaran dan peran aktif dalam kehidupan sosial.

Ia mengingatkan adanya fenomena “slow living” yang berpotensi membuat generasi muda cenderung pasif dan kurang memiliki kepedulian terhadap lingkungan maupun sesama. “Jika tidak diantisipasi, ini bisa berbahaya. Anak muda harus memiliki peran, apalagi dengan jumlah yang besar saat ini,” tegasnya.

Diza juga menekankan pentingnya literasi informasi di era digital, terutama di tengah maraknya arus informasi di media sosial yang belum tentu akurat. Ia mendorong pelajar untuk lebih kritis dan melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima.

“Kalian boleh bersuara, tetapi harus berdasarkan data yang valid. Di era media sosial berbasis kecerdasan buatan, kemampuan menyaring informasi menjadi sangat penting,” katanya.

Sementara itu, Direktur Penguatan HAM Giyanto mengungkapkan bahwa program Kopeta HAM saat ini telah berjalan di beberapa daerah seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Palembang. Namun, tingkat keaktifan komunitas tersebut masih terbatas di wilayah tertentu.

Ia menambahkan, Kementerian HAM berencana memberikan dukungan program kepada sejumlah daerah, termasuk di Provinsi Jambi. Program tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

“Kami akan menyalurkan bantuan program ke beberapa daerah, dan pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di tingkat kota dan kabupaten,” jelas Giyanto.

Dengan hadirnya Kopeta HAM di Jambi, diharapkan muncul gerakan pelajar yang lebih aktif, kritis, dan peduli terhadap isu-isu HAM, sekaligus mampu berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan. (Eros)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *