Jambiku.com, JAMBI – Malam budaya bertajuk Chinese Night yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Harmoni Budaya Kota Jambi 2026 berlangsung meriah di kawasan Banjuran Budayo, eks Taman Remaja, Kamis malam (16/4/2026).
Kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Kota Jambi sekaligus peringatan 625 tahun Tanah Pilih Pusako Batuah. Beragam pertunjukan seni khas Tionghoa tampil memukau dan menyedot antusiasme masyarakat.
Atraksi yang ditampilkan antara lain Barongsai dan Naga dari Leng Chun Say, seni bela diri Wushu, hingga pertunjukan Bian Lian atau seni perubahan wajah yang dibawakan Yayasan Kesejahteraan Sentosa (YKS). Selain itu, sejumlah vihara di Kota Jambi turut ambil bagian dengan menampilkan kesenian, di antaranya Vihara NSI Vimalakirti, Amrta, Maitreya, Vimuttara, Avalokitesvara, Sakyakirti, dan Manggala.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariani Yanti, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi cerminan keberagaman yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Kota Jambi.
Menurutnya, Kota Jambi tidak hanya dikenal sebagai representasi budaya Melayu, tetapi juga dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar belakang seperti Tionghoa, Arab, India, dan lainnya yang hidup berdampingan secara harmonis.
Ia menegaskan, Festival Harmoni Budaya tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.
“Selain itu, kegiatan ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pelibatan UMKM berbasis budaya,” ujarnya.
Mariani menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kota Jambi, yakni “Kota Jambi Bahagia”, khususnya pilar “Bahagia Berbudaya” yang bertujuan membentuk masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan kompetitif.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, pihaknya berharap festival ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun sebagai upaya pelestarian budaya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang hadir sekaligus membuka acara, menekankan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama Kota Jambi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Ia menyebut, berbagai tradisi yang hidup berdampingan menjadi warna tersendiri dalam dinamika masyarakat kota. Melalui festival ini, pemerintah berkomitmen memberikan ruang dan dukungan bagi para pelaku seni agar terus berkarya dan melestarikan budaya.
“Budaya tidak hanya untuk dikenang, tetapi harus terus dihidupkan, dirawat, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.
Diza juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan serta menjadikan nilai-nilai budaya sebagai fondasi dalam pembangunan daerah, seiring momentum HUT ke-80 Kota Jambi dan perjalanan panjang Tanah Pilih Pusako Batuah.
Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, ia secara resmi membuka Festival Harmoni Budaya Kota Jambi 2026.
Di sisi lain, Wakil Ketua III YKS, Kaudi Endru, menyampaikan bahwa ragam pertunjukan yang ditampilkan merupakan simbol perpaduan budaya Tionghoa dengan budaya lokal yang harmonis.
Ia juga mengapresiasi dukungan para donatur dan kerja keras panitia sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.
Festival Harmoni Budaya Kota Jambi 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 April 2026, dengan melibatkan sekitar 500 peserta.
Pada hari pertama, kegiatan yang digelar meliputi lomba mewarnai dan menggambar serta Chinese Night. Hari kedua diisi dengan lomba kreasi tari tradisional, sedangkan penutupan akan dimeriahkan lomba vokal solo dan pemilihan Putra-Putri Banjuran Budayo. ( Eros )





