Jambiku.com, Jambi – Kegiatan gotong royong dalam rangka pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dipusatkan di kawasan Danau Sipin, Kota Jambi, berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan dihadiri langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut.
Namun di balik pelaksanaan kegiatan tersebut, muncul polemik yang menyisakan sayatan luka yang pedih dari kelompok masyarakat peduli lingkungan.
Ketua rombongan Kelompok Peduli Sampah Danau Sipin, Jhon Herman, mengaku sempat mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan saat hendak bergabung dalam kegiatan tersebut.
Menurut Jhon Herman, kejadian ini dilakukan oleh oknum yang disebut sebagai AHP. Ia menyebut, insiden tersebut berawal dari beredarnya daftar percakapan WhatsApp yang memuat nama-nama warga yang akan hadir dalam kegiatan itu.
“Daftar tersebut kemudian disebarluaskan dan diisukan sebagai kelompok masyarakat yang akan melakukan aksi demonstrasi dalam kegiatan tersebut,” ungkapnya.
Akibat informasi yang dinilai tidak benar tersebut, rombongan yang dipimpinnya justru dicurigai akan melakukan tindakan provokatif yang berpotensi mengganggu jalannya agenda resmi bersama Menteri Lingkungan Hidup.
Jhon Herman mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. Pasalnya, kehadiran dalam moment langka tersebut mereka murni untuk berpartisipasi dan mendukung kelancaran kegiatan bersih-bersih lingkungan di Danau Sipin.
“Kami datang untuk membantu, bukan untuk membuat kericuhan. Tuduhan tersebut sangat melukai kami sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kebersihan Danau Sipin,” tegasnya.
Jhon juga menegaskan, kalau kami ingin berdemo tentu kami akan bersurat ke Polresta, sebab kami juga mengerti tentang aturan demo” tambahnya
Kelompok Peduli Sampah Danau Sipin pun berharap agar insiden ini dapat segera ditelusuri dan diusut secara tuntas. Mereka menilai kejadian tersebut telah merugikan masyarakat yang memiliki niat baik untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan. (Eros)





