Jambiku.com, JAMBI – Kegiatan gotong royong dalam rangka Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) digelar di kawasan Danau Sipin, Kota Jambi, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Di sela kegiatan tersebut, Gubernur Jambi, Al Haris, mengimbau masyarakat untuk mulai menyiapkan langkah-langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Juni hingga Agustus 2026.
Menurut Al Haris, ketersediaan air menjadi hal utama yang perlu diantisipasi. Ia mengajak masyarakat untuk mulai berhemat dalam penggunaan air serta mencari alternatif sumber air sebagai solusi saat terjadi kekeringan.
“Yang pertama kita antisipasi adalah ketersediaan air. Kita harus berhemat dan mulai mencari sumber-sumber air yang bisa menjadi solusi ketika terjadi kekeringan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan potensi munculnya penyakit selama musim kemarau. Untuk itu, pemerintah daerah meminta tenaga kesehatan dan tim medis agar mempersiapkan perangkat serta langkah penanganan guna mengantisipasi dampak kesehatan yang mungkin timbul.
Gubernur juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif terlibat dalam upaya pencegahan, termasuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Semua elemen masyarakat harus peduli dan terlibat aktif dalam upaya pencegahan kebakaran selama musim kemarau,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Al Haris turut menanggapi penghargaan Top Bisnis yang diraih Bank Jambi. Ia menilai penghargaan tersebut sebagai langkah konkret yang patut diapresiasi. Pemerintah Provinsi Jambi, lanjutnya, menjamin keamanan dana nasabah dan mendorong Bank Jambi untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Kegiatan gotong royong ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kesiapsiagaan menghadapi tantangan musim kemarau di Provinsi Jambi. (Eros)





