Jambiku.com, SIMALUNGUN – PTPN IV PalmCo menyatakan komitmennya untuk menjadi lokasi percontohan awal dalam program introduksi tiga spesies serangga penyerbuk unggulan asal Tanzania, Afrika Timur. Program ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional secara berkelanjutan.
Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis pada Kamis (9 April 2026), perusahaan tidak hanya berperan sebagai lokasi implementasi awal, tetapi juga akan difungsikan sebagai pusat pembelajaran lapangan serta lokasi monitoring dan evaluasi pasca pelepasan serangga penyerbuk tersebut.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo yang diwakili Direktur Operasional, Rediman Silalahi, menegaskan kesiapan penuh perusahaan dalam mendukung inovasi berbasis riset tersebut. Hal itu disampaikannya saat kegiatan pelepasan serangga penyerbuk di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Marihat, Simalungun.
Menurutnya, dalam operasional perkebunan sawit, proses penyerbukan memegang peran krusial dalam menentukan tingkat pembentukan buah (fruit set) yang berdampak langsung terhadap hasil produksi. Namun, kondisi di lapangan kerap menunjukkan bahwa penyerbukan alami tidak selalu optimal, sehingga perusahaan harus melakukan penyerbukan manual yang membutuhkan biaya besar.
“Melalui introduksi serangga penyerbuk unggul ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penyerbukan buatan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh tahapan introduksi telah melalui proses penelitian, pengujian, hingga karantina yang ketat. Hal ini menjadi jaminan bahwa inovasi tersebut dilaksanakan secara terukur dan bertanggung jawab.
PTPN IV PalmCo menilai program ini sebagai langkah strategis berbasis sains yang mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan, sekaligus memperkuat stabilitas produksi dan efisiensi operasional perkebunan.
Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Pertanian RI, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Badan Karantina Indonesia, PT Riset Perkebunan Nusantara, konsorsium perusahaan anggota GAPKI, Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI), serta Perhimpunan Ilmu Pemuliaan dan Perbenihan Sawit Indonesia (PIPPSI).
Sebagai tuan rumah, PTPN IV PalmCo akan menjadikan Kebun Marihat sebagai laboratorium lapangan untuk mendukung pembelajaran praktis sekaligus pengujian implementasi teknologi secara berkelanjutan.
Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong peningkatan produktivitas kelapa sawit nasional dan dapat direplikasi di berbagai wilayah perkebunan di Indonesia.
“Dengan sinergi yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta komitmen bersama, kami optimistis industri kelapa sawit Indonesia akan semakin tangguh dan berkontribusi signifikan terhadap pembangunan nasional,” tutup Rediman.(*)





