Jambiku.com, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Komitmen tersebut diwujudkan dengan pengukuhan 35 kelompok UMKM binaan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Nakerkop UKM) Kota Jambi Tahun 2026 yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Selasa (4/8/2026).
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., didampingi Kepala Dinas Nakerkop UKM Kota Jambi Liana Andriani, S.T.P., M.E. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Jambi Komisi II, Jokas Siburian, S.E., beserta para pelaku UMKM dari berbagai kecamatan di Kota Jambi.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Nakerkop UKM Kota Jambi, Liana Andriani, mengatakan pengukuhan kelompok UMKM merupakan bagian dari program strategis yang digagas Wali Kota Jambi untuk memperkuat kelembagaan UMKM sekaligus mempermudah akses pembiayaan bagi para pelaku usaha.
Menurutnya, melalui pembentukan kelompok binaan, pelaku UMKM akan memperoleh kemudahan dalam mengakses permodalan dengan bunga ringan, penyederhanaan administrasi, hingga pendampingan usaha secara berkelanjutan.
Liana menjelaskan, kelompok yang dikukuhkan terdiri dari 21 kelompok UMKM binaan tahun 2025 dengan total 881 anggota serta 14 kelompok binaan baru tahun 2026 yang beranggotakan 465 orang. Dengan demikian, total terdapat 35 kelompok UMKM binaan yang dikukuhkan dengan jumlah anggota mencapai 1.382 pelaku usaha.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan fasilitasi semaksimal mungkin. Namun keberhasilan UMKM tidak bisa dicapai sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, perbankan hingga akademisi agar UMKM Kota Jambi semakin berdaya saing, inovatif, dan mampu naik kelas,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana dalam arahannya memaparkan berbagai capaian pembangunan Kota Jambi sekaligus strategi pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Ia menyebutkan sejumlah indikator makro Kota Jambi menunjukkan tren positif. Laju pertumbuhan ekonomi ditargetkan meningkat menjadi 5,75 persen pada 2026, sementara angka kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, dan gini rasio terus diarahkan mengalami penurunan. Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga ditargetkan terus meningkat.
Menurut Maulana, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Kota Jambi. Saat ini terdapat sekitar 57.177 potensi UMKM, dengan 48.477 di antaranya telah terverifikasi dan sekitar 8.700 UMKM telah mendapatkan pembinaan.
“Data yang akurat menjadi fondasi utama dalam menyusun program pembinaan, pembiayaan, pendampingan hingga pengembangan UMKM agar tepat sasaran,” katanya.
Untuk mewujudkan UMKM yang lebih maju, Pemerintah Kota Jambi telah menyusun roadmap pembinaan mulai dari pendataan, pembentukan kelompok, kurasi produk, pelatihan peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, digitalisasi usaha, perluasan pasar hingga mendorong UMKM naik kelas.
Selain pembinaan usaha, Pemkot Jambi juga mengintegrasikan program Balai Latihan Kerja (Balikat) dengan program Bantuan Kredit Usaha Rakyat Kota Jambi (Banharkat). Melalui integrasi tersebut, calon pelaku usaha akan mendapatkan pelatihan, pendampingan, hingga akses pembiayaan sesuai tingkat kesiapan usahanya.
Maulana menjelaskan, Balikat telah melaksanakan berbagai program pelatihan yang diikuti lebih dari seribu peserta, job fair yang membuka sekitar 13 ribu peluang kerja, pelatihan digital marketing, workshop kewirausahaan, hingga program magang ke Jepang bagi 150 peserta.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga memperkenalkan Program Kredit Bahagia dan Kredit Super Mikro yang dirancang untuk memberikan akses permodalan dengan bunga ringan serta skema angsuran yang terjangkau bagi pelaku UMKM.
Menurutnya, kemudahan akses pembiayaan tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan usaha masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Di hadapan para peserta, Maulana juga memaparkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan daerah yang terus menunjukkan peningkatan, termasuk dukungan pembiayaan pembangunan dari APBN, APBD Provinsi, CSR, BAZNAS hingga kerja sama luar negeri yang nilainya mencapai lebih dari Rp1,96 triliun.
Menutup sambutannya, Maulana menegaskan bahwa pengukuhan 35 kelompok UMKM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem usaha yang lebih kuat, profesional, dan berdaya saing.
“Pengukuhan hari ini adalah awal perjalanan menuju UMKM Kota Jambi yang lebih kuat, lebih profesional, dan lebih berdaya saing. Pemerintah Kota Jambi akan terus hadir memberikan pendampingan agar UMKM semakin maju dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.(Eros)





