Hadapi Tantangan Air Baku Sungai Batanghari, PDAM Tirta Mayang Siapkan Berbagai Langkah Antisipasi

Jambiku.com, JAMBI – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Mayang Kota Jambi terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat di tengah kondisi Sungai Batanghari yang mengalami fluktuasi debit dan tingkat kekeruhan yang tinggi.

 

Bacaan Lainnya

jajaran direksi PDAM Tirta Mayang dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor PDAM Tirta Mayang, Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Direktur Utama Arianto, ST, didampingi Direktur Administrasi dan Keuangan Andri Susanto serta Direktur Teknik Eri Suganda.ST

 

Direktur Teknik Perumda Tirta Mayang Eri suganda ST, menjelaskan, berbagai upaya antisipasi sebenarnya telah dilakukan sejak tahun lalu sebagai bagian dari mitigasi menghadapi musim kemarau maupun perubahan kondisi sungai yang sulit diprediksi.

 

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah memindahkan posisi pipa pengambilan air baku (intake) di wilayah Pasir Panjang dan Tj Johor ke lokasi yang lebih aman dan memiliki kedalaman lebih baik. Langkah tersebut terbukti mampu menjaga operasional instalasi sehingga pelayanan air bersih tetap berjalan hingga saat ini.

 

“Sejak tahun lalu kami sudah mengantisipasi dengan memindahkan posisi intake sekitar dua meter ke arah yang lebih dalam. Alhamdulillah hingga sekarang masih mampu menopang pelayanan, meski kami terus memantau perkembangan tinggi muka air setiap saat,” ujarnya.

 

Ia mengungkapkan, kondisi Sungai Batanghari saat ini sangat fluktuatif. Ketinggian air dapat berubah secara drastis dalam waktu singkat akibat limpasan air yang tidak lagi tertampung secara optimal karena dampak abrasi di sejumlah titik sungai.

 

Menurutnya, situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim teknis dalam menjaga kestabilan produksi air bersih.

 

Selain mempertahankan operasional intake yang ada, PDAM Tirta Mayang juga telah menyiapkan pemindahan pompa ke lokasi yang lebih dalam di Intake Aurduri. Sementara di wilayah Broni dan Pulau Pandan, proses pemindahan titik pengambilan air juga tengah dipersiapkan agar produksi air tetap optimal.

 

Namun demikian, pihaknya mengakui masih menghadapi kendala di Intake Sisinjai beserta instalasi pengolahan air (IPA) di kawasan tersebut. Salah satu persoalan yang dihadapi adalah keterbatasan lokasi pembuangan sisa hasil pengolahan air karena adanya aktivitas masyarakat di sekitar area instalasi.

 

“Kami belum bisa mengoptimalkan kapasitas produksi karena pembuangan sisa hasil pengolahan terkendala. Akibatnya, proses pembuangan masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu dan tenaga lebih besar,” jelasnya.

 

Selain persoalan air baku, PDAM Tirta Mayang juga sempat menghadapi gangguan pasokan listrik yang berdampak pada operasional sejumlah instalasi. Meski demikian, koordinasi intensif yang dilakukan dengan pihak PLN membuat beberapa instalasi vital kini mendapatkan prioritas keandalan pasokan listrik.

 

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan listrik eksternal, perusahaan juga tengah memproses pengadaan generator set (genset) di sejumlah instalasi pengolahan air berkapasitas kecil.

 

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kontinuitas produksi air bersih apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan jaringan listrik.

 

Pihak PDAM Tirta Mayang juga mengajak insan pers untuk terus bersinergi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi yang tengah dihadapi perusahaan, sekaligus menyampaikan informasi yang akurat terkait upaya-upaya yang dilakukan untuk menjaga pelayanan air bersih tetap optimal.

 

“Kami sangat terbuka terhadap masukan dari media maupun masyarakat. Harapannya, komunikasi yang baik dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kondisi yang sebenarnya sekaligus solusi yang sedang kami kerjakan,” tutupnya.(Eros)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *