Belum Serius Tangani Sampah, KFA: Penegakan Aturan Lemah, Koordinasi Jalan Sendiri-sendiri  

Jambiku.com, JAMBI – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly (KFA), menilai upaya penanganan masalah sampah di Kota Jambi hingga saat ini masih belum maksimal dan terkesan tidak serius.

 

Bacaan Lainnya

Meskipun armada pengangkut sampah telah beroperasi sejak pagi, tumpukan sampah kembali muncul di sejumlah titik. Salah satunya terlihat jelas di depan SDN 47 Kota Jambi, di mana sampah kembali menumpuk akibat kebiasaan warga yang membuang sampah tidak sesuai jadwal yang ditetapkan.

 

Kondisi ini menurutnya bukan lagi masalah ketersediaan alat atau fasilitas, melainkan cerminan dari lemahnya pengawasan dan penegakan aturan oleh pihak berwenang.

 

“Walaupun sampah sudah diangkut pagi-pagi, masih ada saja warga yang membuang sampah di luar jam yang ditentukan. Ini persoalan kedisiplinan dan penegakan hukum yang belum tegas,” tegas KFA.

 

Politisi Partai Golkar ini menyoroti kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi yustisi. Minimnya patroli rutin membuat pelanggaran terus terjadi tanpa ada efek jera bagi pelaku.

 

“Satpol PP harusnya lebih tegas. Jangan hanya sebatas memberi imbauan, tapi harus berani menindak. Kalau hanya disuruh-suruh saja, masyarakat tidak akan takut melanggar,” ujarnya.

 

Selain itu, buruknya sinergi antar instansi turut menjadi penyebab masalah ini tak kunjung usai. Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, hingga tingkat kecamatan dan kelurahan dinilai masih berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang kuat.

 

“DLH, Satpol PP, Camat, dan Lurah harusnya bergerak satu komando. Kalau masing-masing bekerja sendiri, wajar kalau masalah sampah tidak pernah selesai,” tambahnya.

 

Ia menegaskan, Peraturan Daerah (Perda) hanya akan menjadi tulisan mati jika tidak diiringi tindakan nyata di lapangan. Penegakan aturan yang konsisten mutlak diperlukan untuk membangun kesadaran dan kedisiplinan masyarakat.

 

“Selama pelanggaran dibiarkan, wajah kota akan terlihat buruk dan lingkungan rusak. Ini membuktikan bahwa isu sampah belum benar-benar menjadi prioritas utama yang ditangani secara serius,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *