Jamboku.com, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi semakin serius memperkuat sistem keamanan yang berakar dari masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengukuhkan sekaligus memberikan pembekalan kepada 360 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan, ketertiban, hingga bencana.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Selasa (14/7/2026), dibuka langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. Turut hadir jajaran Forkopimda, kepala OPD, para camat, lurah, serta ratusan anggota Satlinmas yang mengikuti pengukuhan dan pelatihan.
Dalam arahannya, Maulana menegaskan bahwa Satlinmas merupakan elemen strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan tempat tinggal masyarakat. Di tengah perkembangan Kota Jambi yang semakin pesat, keberadaan personel Satlinmas dinilai menjadi bagian penting dari sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi persoalan di wilayah.
Menurutnya, kemajuan Kota Jambi sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, dan aktivitas ekonomi membawa dampak positif bagi pembangunan daerah. Namun, pertumbuhan tersebut juga menghadirkan tantangan baru berupa meningkatnya kebutuhan akan pengawasan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Satlinmas memiliki tugas penting dalam pencegahan dini, mitigasi bencana, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Maulana.
Ia menilai keterbatasan jumlah aparat keamanan formal membuat keberadaan Satlinmas semakin dibutuhkan. Sebagai warga yang hidup dan berinteraksi langsung di lingkungan masing-masing, anggota Satlinmas dinilai lebih cepat mengenali perubahan situasi maupun potensi gangguan yang muncul.
Maulana mengingatkan bahwa tugas Satlinmas tidak hanya berkaitan dengan pencegahan tindak kriminalitas. Mereka juga dituntut memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan lain seperti kebakaran, bencana alam, pencurian, perjudian, konflik sosial hingga berbagai gangguan lingkungan yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh anggota Satlinmas terus membangun koordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, lurah, camat serta seluruh unsur pemerintah wilayah agar penanganan setiap persoalan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.
Selain itu, Maulana mengimbau agar seluruh personel Satlinmas memahami mekanisme penanganan keadaan darurat, termasuk memanfaatkan layanan Call Center 112 Kota Jambi sebagai pusat layanan cepat bagi masyarakat.
“Kalau terjadi kondisi darurat, Satlinmas harus segera berkoordinasi. Jangan lupa manfaatkan layanan 112 agar masyarakat bisa mendapatkan pertolongan dengan cepat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, berkembangnya kawasan usaha, UMKM, pusat kuliner, hingga kawasan permukiman baru juga membutuhkan pengawasan yang semakin baik. Kehadiran Satlinmas diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dalam menjaga keamanan sekaligus menciptakan rasa nyaman bagi masyarakat.
Untuk memperkuat sistem tersebut, Pemkot Jambi juga mengintegrasikan pemanfaatan teknologi melalui pemasangan kamera pengawas (CCTV) dalam Program Kampung Bahagia.
Maulana mengatakan, hingga akhir tahun 2026 pemerintah menargetkan ribuan CCTV terpasang di seluruh RT di Kota Jambi. Keberadaan perangkat tersebut akan membantu Satlinmas memantau kondisi lingkungan, mempercepat proses pelaporan apabila terjadi insiden, sekaligus menjadi alat pendukung dalam mengungkap tindak kejahatan.
“CCTV dari Program Kampung Bahagia akan menjadi pendukung pengawasan lingkungan. Ketika ada kejadian, Satlinmas bisa segera menghubungi layanan 112 sehingga penanganannya lebih cepat,” jelasnya.
Ia optimistis kolaborasi antara Satlinmas, aparat keamanan, pemerintah daerah dan dukungan teknologi akan semakin memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat serta mewujudkan Kota Jambi yang aman, tertib, bersih dan nyaman.
“Mudah-mudahan Kota Jambi tetap terjaga keamanan dan kebersihannya sehingga cita-cita mewujudkan Kota Jambi Bahagia dapat tercapai,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jambi, Iper Riyansuni, menjelaskan bahwa proses pengukuhan dilakukan secara bertahap karena jumlah personel Satlinmas di Kota Jambi mencapai 2.040 orang.
Pada tahun 2025, Pemkot Jambi telah mengukuhkan 360 anggota Satlinmas yang terdiri atas 210 personel dari Kecamatan Jelutung dan 150 personel dari Kecamatan Danau Sipin. Sedangkan pada tahun 2026 ini kembali dikukuhkan sebanyak 360 anggota, masing-masing berasal dari Kecamatan Jambi Selatan sebanyak 150 orang dan Kecamatan Telanaipura sebanyak 210 orang.
Selain prosesi pengukuhan, seluruh peserta juga mengikuti pembekalan mengenai mitigasi kebencanaan, penanganan kebakaran, serta pemahaman mengenai tugas dan fungsi Satlinmas. Pembekalan tersebut bertujuan agar para anggota tidak hanya memiliki legalitas sebagai Satlinmas, tetapi juga memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lingkungan masyarakat.
Materi pembekalan disampaikan oleh Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi.
Melalui penguatan kapasitas personel, peningkatan sinergi lintas instansi, serta pemanfaatan teknologi pengawasan, Pemerintah Kota Jambi berharap Satlinmas mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Wali Kota Maulana dalam membangun sistem keamanan yang lebih responsif guna mendukung terwujudnya Kota Jambi Bahagia yang bersih, aman, harmonis, inovasi dan agamis. (Eros)





