Ketua BAZNAS Kota Jambi Hadiri Wisuda Ke-V Ma’had Aly, Dorong Fuqaha Berperan dalam Pemberdayaan Umat. 

Jambiku.com, JAMBI – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi menghadiri Sidang Terbuka Dewan Masyayikh dalam rangka Wisuda Ke-V Program Marhalah Ula Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-Jambi, Ahad (23/8/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi tersebut turut dihadiri jajaran ulama, tokoh masyarakat, serta para wali santri.

 

Dalam kesempatan itu, Ketua BAZNAS Kota Jambi hadir mewakili Pemerintah Kota Jambi untuk membacakan sambutan Wali Kota Jambi sekaligus menyampaikan arahan terkait peran strategis para lulusan Ma’had Aly di tengah masyarakat.

 

Ma’had Aly Dinilai Jadi Benteng Akidah dan Moral

 

Dalam sambutan yang dibacakannya, Wali Kota Jambi menyampaikan apresiasi dan ucapan tahniah kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Takhasus Fiqh wa Ushuluhu serta Fiqh Muqaranatul Mazahib.

 

Menurutnya, keberadaan Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-Jambi merupakan aset penting bagi Kota Jambi, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah derasnya arus globalisasi.

 

Ma’had Aly dinilai memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi fuqaha yang tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan, tetapi juga mampu menjadi benteng akidah, moral, serta penjaga kerukunan masyarakat.

 

Sejalan dengan tema wisuda, “Menyambung Sanad, Meneguhkan Khidmat: Peran Ma’had Aly Dalam Melahirkan Fuqaha Pewaris Ulama”, para lulusan diharapkan mampu mengabdikan ilmu yang diperoleh untuk memberikan pencerahan sekaligus menjawab berbagai persoalan keumatan.

 

Para fuqaha juga diharapkan mampu menghadirkan pandangan hukum Islam yang wasatiyah, moderat, bijaksana, serta dapat menjadi bagian dalam menjaga harmoni dan kerukunan masyarakat Kota Jambi.

 

BAZNAS Dorong Sinergi dengan Para Fuqaha

 

Selain membacakan sambutan Wali Kota, Ketua BAZNAS Kota Jambi turut menekankan pentingnya membangun sinergi antara lembaga pendidikan yang melahirkan para fuqaha dengan lembaga pengelola zakat.

 

Menurutnya, pengelolaan zakat tidak hanya membutuhkan kemampuan administratif dan manajerial, tetapi juga membutuhkan panduan keilmuan, fatwa, serta literasi hukum Islam dari para ulama.

 

“Harapan kami ke depan, para wisudawan ini dapat bersinergi dengan BAZNAS dan Pemerintah Kota untuk turut serta mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan ekonomi umat yang berbasis syariat Islam,” ujarnya.

 

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat, sehingga tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga mendorong mereka agar dapat menjadi lebih mandiri secara ekonomi.

 

Raih Gelar S.F.U dan Akreditasi Mumtaz

 

Wisuda Ke-V Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-Jambi juga menjadi momentum penting atas sejumlah capaian kelembagaan.

 

Para lulusan tahun ini resmi menyandang gelar Sarjana Fikih dan Ushul Fikih (S.F.U.), merujuk pada KMA Nomor 429 Tahun 2025.

 

Selain itu, Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-Jambi berhasil meningkatkan status akreditasi dari Jayyid menjadi Mumtaz atau unggul berdasarkan asesmen penjaminan mutu Majelis Masyayikh.

 

Di tengah perkembangan pendidikan Islam modern, lembaga tersebut juga terus mempertahankan tradisi keilmuan Islam melalui kajian kitab-kitab turats berbahasa Arab sebagai sumber utama dalam pendalaman hukum Islam.

 

Wisuda Bukan Akhir Perjalanan

 

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan Ahmad Farid Wajdi, MA. Dalam orasinya, ia mengingatkan kembali cita-cita pendiri Pondok Pesantren As’ad, almarhum KH. Abdul Qadir Ibrahim, agar para lulusan mampu tumbuh menjadi ulama yang Amilin, Muttaqin, Shalihin, Mursyidin, dan Muhtadin.

 

Para wisudawan juga diingatkan bahwa prosesi wisuda bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas kepada umat.

 

Ilmu yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi mampu diamalkan, diajarkan, dan diwujudkan dalam bentuk pelayanan serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Dengan bekal keilmuan tersebut, para lulusan Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-Jambi diharapkan mampu mengambil peran dalam menjawab persoalan keagamaan, memperkuat pemberdayaan ekonomi umat, sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai Islam yang moderat dan kehidupan sosial yang harmonis di Kota Jambi. (Eros)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *