Jambiku.com, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat operator pengumpul sampah berbasis masyarakat (OPBM) sekaligus mendorong budaya memilah dan mendaur ulang sampah.
Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran program Bank Sampah yang dikelola DLH Kota Jambi bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi, Sabtu (22/8/2026), di kawasan Langit Biru, Kecamatan Jambi Timur.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Jambi Dr. dr. Maulana, M.K.M., Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Sekretaris Daerah Kota Jambi, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, Pemkot Jambi melalui DLH secara aktif membangun dan membina berbagai unit bank sampah serta sistem operator pengumpul sampah berbasis masyarakat (OPBM). Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pemilahan sampah dan meningkatkan budaya daur ulang.
Menurutnya, DLH juga membina unit-unit bank sampah yang tersebar di sejumlah kelurahan. Selain itu, keberadaan Bank Sampah Induk terus dioptimalkan sebagai pusat penampungan sampah anorganik yang telah dipilah.
Program tersebut juga melibatkan sejumlah instansi, termasuk Baznas Kota Jambi, dalam memberikan edukasi dan pelatihan pemilahan sampah sekaligus membuka layanan penukaran sampah yang memiliki nilai ekonomi.
Sementara itu Wakil Ketua IV Baznas Kota Jambi, H. Abdul Rahim, S.P.,C.MTr., mengatakan, program bank sampah yang diluncurkan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara DLH dan Baznas dalam mengelola sampah sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
“Launching bank sampah yang dikelola oleh DLH ini telah dibuka oleh Wali Kota Jambi pada 22 Agustus 2026, lokasinya di Langit Biru, Kecamatan Jambi Timur,” ujar Abdul Rahim.
Ia menjelaskan, sampah anorganik seperti plastik dan botol akan dikumpulkan serta dikelola melalui unit-unit yang berada di lingkungan OPD Kota Jambi.
Hasil penjualan sampah tersebut nantinya akan disalurkan kepada Baznas Kota Jambi dalam bentuk infak dan sedekah.
“Dengan begitu, Baznas Kota Jambi bisa lebih banyak berbuat untuk membantu masyarakat Kota Jambi,” katanya.
Abdul Rahim juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan bank sampah tersebut. Warga dapat membawa sampah yang telah dipilah untuk ditukarkan sesuai dengan daftar dan nilai setiap jenis sampah yang telah ditentukan.
Di sisi lain, Kepala DLH Kota Jambi Mahruzar, S.T., menjelaskan bahwa program tersebut ke depan akan disinergikan lebih lanjut dengan Baznas Kota Jambi. Pengelolaan dilakukan dengan memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.
“Program ini nantinya akan kami serahkan kepada Baznas Kota Jambi, dengan metode memisahkan sampah organik dan nonorganik. Kami juga akan bekerja sama dengan beberapa off-taker yang akan mengambil barang-barang yang telah dikumpulkan,” jelas maruzar
Ia menambahkan, sistem pencatatan transaksi bank sampah saat ini dilakukan melalui metode manual dan digital. Dengan sistem tersebut, setiap OPD dapat mengetahui dan menghitung secara langsung nilai ekonomi sampah yang telah dikumpulkan.
“Insyaallah ke depannya akan kami kembangkan melalui aplikasi sehingga prosesnya menjadi lebih praktis dan cepat,” pungkasnya.
Program ini diharapkan tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari sampah sekaligus memperkuat peran Baznas dalam menghimpun infak dan sedekah untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat di Kota Jambi.(Eros)





