Wisuda Ke-V Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-Jambi Teguhkan Peran Lulusan sebagai Penjaga Sanad Ilmu

Jambiku.com, JAMBI – Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-Jambi menggelar Wisuda ke-V Program Marhalah Ula di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Ahad (23/8/2026).

 

Bacaan Lainnya

Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk melanjutkan estafet keilmuan dan pengabdian di tengah masyarakat. Rangkaian kegiatan diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan Ahmad Farid Wajdi, MA., dengan tema “Menyambung Sanad, Meneguhkan Khidmat.”

 

Dalam orasinya, Ahmad Farid menegaskan bahwa wisuda dalam tradisi pesantren tidak semata-mata menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan. Lebih dari itu, wisuda merupakan awal dari perjalanan pengabdian, tanggung jawab keilmuan, serta upaya meneruskan sanad dan tradisi intelektual Islam.

 

“Yang memuliakan seseorang adalah ilmu yang dipahami, diamalkan, diajarkan, dan diwariskan,” pesan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam orasi ilmiah yang disampaikan kepada para wisudawan.

 

Raih Akreditasi Mumtaz dan Gelar S.F.U.

 

Wisuda ke-V tahun ini juga menjadi momentum penting bagi perkembangan kelembagaan Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-Jambi.

 

Para lulusan takhasus Fikih dan Ushul Fikih mulai tahun ini memperoleh gelar Sarjana Fikih dan Ushul Fikih (S.F.U.). Pemberian gelar tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 429 Tahun 2025.

 

Selain itu, Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-Jambi berhasil meningkatkan status akreditasi dari Jayyid menjadi Mumtaz (Unggul) berdasarkan asesmen penjaminan mutu oleh Majelis Masyayikh.

 

Capaian tersebut menjadi bagian dari penguatan kualitas pendidikan sekaligus menegaskan posisi Ma’had Aly sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam yang konsisten mengembangkan kajian fikih dan ushul fikih berbasis khazanah keilmuan klasik atau turats.

 

Lulusan Diharapkan Jadi Ulama yang Mengamalkan Ilmu

 

Dalam orasinya, Ahmad Farid juga mengingatkan para wisudawan untuk tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik. Ia mengajak lulusan meneladani cita-cita pendiri Pondok Pesantren As’ad, almarhum KH. Abdul Qadir Ibrahim.

 

Para lulusan diharapkan mampu tumbuh menjadi fuqaha dan ulama yang amilin, muttaqin, shalihin, mursyidin, dan muhtadin. Artinya, ulama yang tidak hanya memiliki keluasan ilmu, tetapi juga mengamalkannya, memiliki ketakwaan, berakhlak saleh, serta mampu membimbing dan memberi manfaat bagi umat.

 

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa gelar dan ijazah bukanlah tujuan akhir pendidikan di Ma’had Aly. Keduanya harus diiringi dengan kedalaman ilmu, keteguhan akhlak, serta kesediaan untuk mengabdikan pengetahuan kepada masyarakat.

 

Dengan semangat “Menyambung Sanad, Meneguhkan Khidmat”, para wisudawan diharapkan mampu meneruskan tradisi keilmuan pesantren sekaligus mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan umat dengan landasan ilmu, ketakwaan, dan pengabdian. (Eros)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *