Jambiku.com, JAMBI — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Jambi dan sejumlah wilayah sekitarnya, Kamis (1/10/2026). Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara memburuk hingga masuk kategori Berbahaya.
Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di Kota Jambi berada pada angka 306 hingga 309 pada siang hari. Sementara itu, kondisi yang lebih mengkhawatirkan terjadi di Kabupaten Muaro Jambi dengan angka ISPU mencapai 399, yang juga berada pada kategori Berbahaya.
Pekatnya kabut asap membuat kondisi langit di Kota Jambi tampak menguning. Bau asap yang cukup tajam juga tercium di sejumlah kawasan. Penurunan jarak pandang turut terjadi dan berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.
Situasi tersebut mendorong Pemerintah Kota Jambi mengambil sejumlah langkah untuk melindungi masyarakat dari dampak paparan asap.
Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., turun langsung membagikan masker kepada masyarakat di kawasan Simpang BI, Kota Jambi.
Diza mengatakan, pembagian masker dilakukan sebagai langkah awal pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi kualitas udara yang memburuk.
“Langkah awal hari ini kita menyebarkan masker, khusus untuk hari ini kita menyebarkan sekitar 25 ribu masker di seluruh Kota Jambi,” ujar Diza.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi udara saat ini. Masyarakat diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta membatasi kegiatan yang tidak mendesak.
“Hari ini kita ada di Simpang BI. Langkah ini adalah sebagai pengingat untuk masyarakat bahwa di kondisi seperti sekarang penting kita menggunakan masker. Selain itu juga untuk tetap bisa menjaga atau membatasi kegiatan di luar ruangan,” katanya.
Diza berharap masker yang dibagikan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
“Dan mudah-mudahan ini bisa diterima oleh masyarakat dan bisa membantu untuk menimbulkan keperluan paparan yang diakibatkan oleh asap. Terima kasih,” tutupnya.
Di sektor pendidikan, kondisi udara yang tidak sehat juga menjadi perhatian. Sejumlah sekolah kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau kegiatan belajar dari rumah sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada level berbahaya. Jika harus keluar rumah, warga disarankan menggunakan masker yang sesuai standar dan mengurangi durasi berada di ruang terbuka.
Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap.
Kondisi kualitas udara tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan konsentrasi asap dan faktor cuaca. Karena itu, masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi mengenai kualitas udara dan kebijakan pemerintah terkait penanganan karhutla.(Eros)






