Jambiku.com, JAMBI – Persoalan ketersediaan air bersih kembali menjadi perhatian masyarakat Kota Jambi di tengah kemarau yang hingga kini masih berlangsung. Kondisi tersebut membuat sebagian warga mengalami kendala dalam memperoleh pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.(05/10/2026)
Untuk memastikan keluhan dan kebutuhan warga dapat segera mendapat penanganan, masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih didorong menyampaikan aspirasinya melalui jalur komunikasi resmi, mulai dari Ketua RT hingga pemerintah kelurahan.
Mekanisme tersebut dinilai penting agar setiap laporan warga dapat terdata dengan jelas, sekaligus memudahkan pemerintah dan instansi terkait dalam menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Apalagi, Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi sebelumnya telah menyampaikan adanya pengurangan distribusi air kepada pelanggan. Kondisi tersebut tidak terlepas dari persoalan kualitas air baku Sungai Batanghari yang mengalami peningkatan kekeruhan.
Tingginya tingkat kekeruhan membuat proses pengolahan air membutuhkan penanganan lebih intensif. Air baku harus melalui tahapan pengolahan dan penjernihan sebelum dinyatakan layak untuk didistribusikan kepada masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, langkah warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pihak Perumda Tirta Mayang mulai menunjukkan hasil.
Robert, warga RT 41, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru, mengungkapkan pengalamannya melalui sebuah video. Ia menyebut komunikasi langsung dengan manajemen Perumda Tirta Mayang menjadi langkah yang efektif untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat terkait pasokan air bersih.
“Terimakasih kepada Perumda tirta mayang atas bantuan air bersihnya”, ujar Robert.
Aspirasi yang disampaikan warga tersebut mendapat respons dari pihak manajemen Perumda Tirta Mayang. Bantuan air bersih kemudian diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak keterbatasan pasokan.
Respons cepat tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi antara masyarakat dan penyedia layanan publik, terutama ketika warga menghadapi persoalan kebutuhan dasar seperti air bersih.
Di tengah tekanan kemarau dan kondisi air baku yang belum sepenuhnya normal, koordinasi antara warga, pengurus RT, pemerintah kelurahan, serta Perumda Tirta Mayang diharapkan terus diperkuat.
Dengan penyampaian aspirasi melalui jalur yang tepat, setiap persoalan di lapangan diharapkan dapat lebih cepat teridentifikasi dan ditindaklanjuti, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat Kota Jambi tetap menjadi perhatian bersama.(Eros)






