Jambiku.com, JAMBI – Kondisi Azelea, anak yang sebelumnya terjatuh ke dalam lubang galian proyek jaringan gas (jargas) di Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, kini berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Insiden yang terjadi pada awal Oktober 2026 tersebut mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Azelea bahkan mendapat kunjungan langsung dari Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, S.E., sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi korban pascakejadian.
Dalam kunjungan tersebut, kondisi Azelea menjadi perhatian, mengingat korban harus menjalani perawatan setelah terjatuh ke lubang galian yang berada di kawasan pekerjaan proyek jargas.
Peristiwa ini sekaligus menjadi sorotan terhadap aspek keselamatan dan pengamanan di sekitar lokasi proyek, terutama pada pekerjaan yang berlangsung di kawasan yang masih menjadi jalur aktivitas masyarakat.
Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menegaskan, pelaksanaan pekerjaan harus mengedepankan standar operasional prosedur (SOP), termasuk memastikan adanya rambu-rambu dan pengamanan yang memadai agar masyarakat tidak menjadi korban.
“Yang paling utama itu masyarakat itu diedukasi dengan rambu-rambu yang sesuai dengan SOP. Karena memang mohon maaf banyak juga pengaduan kami ke DPR,” tegasnya.
Menurut Kemas Faried, aspek keselamatan tidak boleh hanya diperhatikan ketika pekerjaan sedang berlangsung. Setelah pekerjaan selesai atau bagian galian telah ditutup, kondisi lokasi juga harus dipastikan benar-benar aman sehingga tidak menimbulkan potensi bahaya baru bagi masyarakat.
“Maksud saya setelah pekerjaan, perhatikan kondisi lingkungan jangan nanti adaada timbul bencana (musibah) ya. Mohon maaf, tidak ada yang mau, Maksudnya supaya lebih komprehensif dalam SOP-nya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan langsung di lapangan. Menurutnya, keberadaan supervisor atau pengawas pekerjaan sangat dibutuhkan untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan benar-benar diterapkan oleh para pekerja.
“Kalau kita turun yang kita temukan pekerja bukan supervisor, jadi ini untuk meminimalisir yang tidak kita inginkan,” tutupnya.
Insiden yang dialami Azelea menjadi pengingat bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pekerjaan proyek, khususnya proyek yang melibatkan aktivitas penggalian di kawasan permukiman dan ruang publik.
Selain memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar, pelaksana proyek juga diharapkan memasang rambu peringatan, pembatas, serta melakukan pengamanan secara menyeluruh di sekitar lokasi galian.
Dengan kondisi Azelea yang kini berangsur pulih, perhatian berikutnya diharapkan tertuju pada upaya evaluasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan masyarakat benar-benar menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan proyek. (Eros)






