Jambiku.com, JAMBI – Musim kemarau yang berkepanjangan serta meningkatnya tingkat kekeruhan air baku Sungai Batanghari berdampak terhadap kapasitas produksi dan distribusi air bersih Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Mayang Kota Jambi.(06/10/2026)

Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah mengalami gangguan suplai air. Sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat, PDAM Tirta Mayang menyalurkan bantuan air bersih secara gratis menggunakan mobil tangki kepada warga yang terdampak.
Pendistribusian air bersih kali ini menyasar warga Perumahan Aura Bimantara dan kawasan Jalan Platur Purnama. Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, S.E., serta Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Kota Jambi Arianto Lapaso, S.T.
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha mengatakan, selain persoalan kekeringan yang dialami masyarakat, PDAM saat ini juga tengah melakukan perbaikan pada sistem booster yang berpengaruh terhadap kelancaran distribusi air.
“Berdasarkan laporan dari Direktur PDAM memang mengalami kerusakan pada booster. Tapi insya Allah di bulan November ini sudah kembali normal. Artinya nanti akan ada pengurangan masalah,” ujar Diza.
Menurutnya, kondisi kekeringan tidak hanya dirasakan oleh pelanggan PDAM. Sejumlah warga yang belum terlayani jaringan perpipaan dan masih mengandalkan sumur juga ikut merasakan dampak musim kemarau.
“Untuk masyarakat, termasuk yang ada di daerah sini, yang memang belum menjadi pelanggan PDAM, yang masih bergantung kepada sumur tanah, ini kebetulan memang kita semua mengalami kekeringan,” katanya.
Diza menegaskan, pemerintah bersama PDAM berupaya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dengan melakukan distribusi air menggunakan mobil tangki.
“PDAM mencoba mendistribusikan air bersih ke area-area yang memang mengalami kekeringan tersebut. Perlu saya informasikan di sini memang banyak juga area di Kota Jambi yang mengalami kekeringan seperti area ini. Dan mudah-mudahan apa yang dilakukan teman-teman oleh PDAM dapat di maklumi pelanggan,” lanjutnya.
Perbaikan Booster Ditargetkan Rampung Dua Pekan
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Kota Jambi Arianto Lapaso menjelaskan, pihaknya tengah melakukan pekerjaan pemasangan dan perbaikan sistem yang ditargetkan dapat selesai dalam waktu sekitar dua pekan.
“Pekerjaan, pemasangan insya Allah kalau dalam waktu dua minggu selesai. Mungkin di bulan November itu pengaliran mungkin akan perlahan stabil,” jelas Arianto.
Ia menjelaskan, saat ini distribusi air ke wilayah tersebut masih terbatas. Air hanya mengalir sekitar empat jam pada malam hari. Setelah pekerjaan selesai, durasi aliran ditargetkan meningkat secara bertahap.
“Yang saat ini wilayah sini hanya mengalir di malam hari empat jam. Mungkin akan meningkat delapan jam dan akhirnya bisa sampai 16 jam secara optimal,” tegasnya.
Arianto juga memastikan PDAM akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak, termasuk warga yang belum menjadi pelanggan PDAM.
“Kalau untuk pelanggan wilayah sini insya Allah kalau pompa itu sudah selesai, bisa kita optimalkan. Namun kalau untuk wilayah yang daerah yang belum berpelanggan, kami akan bantu menggunakan tangki,” katanya.
DPRD Minta Perbaikan PDAM Dikawal dan Dievaluasi
Di kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menilai kondisi distribusi air perlu ditangani dengan mempertimbangkan aspek kualitas dan kesehatan masyarakat.
“Kalau PDAM memaksakan, akan timbul masalah juga. Mungkin tingkat kualitas dan kesehatan kita bagi anak-anak juga tidak terjamin,” ujar Kemas Faried.
Ia juga menyoroti pertumbuhan penduduk dan bertambahnya jumlah rumah yang secara otomatis meningkatkan kebutuhan serta penggunaan jaringan air bersih.
“Kemudian yang kedua, tadi Ibu sudah jelaskan bahwa Ibu dulu posisinya airnya bisa dua jam. Tapi kita jangan lupa seiring perkembangan zaman, pertumbuhan rumah, segala macam. Jadi penggunaan pipa ataupun airnya juga harus berbagi. Artinya penurunan suplai air sangat wajar dikarenakan volume penduduk yang bertambah,” jelasnya.
Kemas Faried menambahkan, DPRD Kota Jambi akan terus mengawal program pengembangan dan perbaikan jaringan PDAM, terutama program yang telah mendapat dukungan anggaran.
“Namun kami tentunya tiap tahun itu mengeksplorasi dan mengembangkan. Terkait dengan program-program dari PDAM yang memang tahun ini ada perbaikan di wilayah tersebut, memang ini akan kami pantau karena kita sudah anggarkan. Anggaran yang dikeluarkan disahkan oleh DPR,” tambahnya.
Ia meminta PDAM menyampaikan perkembangan pekerjaan secara berkala kepada DPRD, khususnya melalui Komisi II sebagai mitra kerja perusahaan daerah tersebut.
“Nah kami minta nanti secara progres. Karena PDAM juga mitra kerja dari DPR, khususnya di Komisi II. Kita nanti dilaporkan sedang sejauh mana perbaikan yang dilakukan, sehingga ketika ada komplain atau ada pun masalah yang timbul, kita bisa mengevaluasi. Kan sudah diperbaiki, uangnya sudah dianggarkan,” tutupnya.
Dengan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki tersebut, PDAM Tirta Mayang berharap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang mengalami gangguan suplai maupun kekeringan dapat tetap terpenuhi, sembari menunggu proses perbaikan sistem distribusi dan peningkatan kapasitas pelayanan kembali berjalan optimal.(*)






