Jambiku.com, JAMBI – Gemerlap panggung, lantunan ayat suci Al-Qur’an, atraksi seni budaya hingga drama kolosal bernuansa sejarah mewarnai pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026. Kota Jambi sukses menghadirkan perhelatan religi berskala provinsi yang berlangsung meriah di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Minggu malam (1/11/2026).
Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru daerah memadati arena utama untuk menyaksikan kemegahan acara yang dikemas dengan konsep “1001 Malam”. Tidak hanya menjadi seremoni pembukaan sebuah kompetisi keagamaan, kegiatan tersebut juga menjelma menjadi pertunjukan seni yang memadukan sejarah, kebudayaan, dan pesan-pesan Islami dalam satu panggung megah.
Nuansa religius langsung terasa saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dibawakan Abidzar Ramadhan, qari terbaik nasional yang pernah mengharumkan nama Provinsi Jambi pada MTQ Nasional ke-31. Suasana semakin istimewa dengan penampilan qari internasional, Ustaz H. Syamsuri Firdaus, S.Hum., M.Ag., yang turut memberikan sentuhan spiritual dalam malam pembukaan tersebut.
Mengusung tema “Melalui MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026, Kita Teguhkan Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Membentuk Generasi Penerus yang Beriman, Berkarakter Mantap, Menuju Masa Depan yang Bahagia”, penyelenggaraan tahun ini membawa pesan penting tentang penguatan karakter dan pembentukan generasi Qur’ani.
Sebanyak 629 peserta dari 11 kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi akan berkompetisi dalam berbagai cabang perlombaan yang berlangsung hingga 8 November 2026. Kehadiran seluruh kontingen tersebut menjadi bukti antusiasme daerah dalam mendorong pembinaan seni baca Al-Qur’an dan Hadis sekaligus mencetak generasi berprestasi di bidang keagamaan.
Meski hujan sempat mengguyur kawasan pelaksanaan, antusiasme masyarakat tidak sedikit pun surut. Warga tetap bertahan di sekitar arena, menyaksikan setiap rangkaian pertunjukan hingga acara berakhir. Kondisi tersebut semakin memperlihatkan besarnya perhatian masyarakat terhadap kegiatan keagamaan tahunan tersebut.
Berbagai suguhan menarik turut memperkuat kemeriahan acara. Kemunculan maskot MTQH, Bang Baha dan Ayuk Gia, menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Prosesi pengibaran bendera Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), disusul iring-iringan pasukan berkuda yang membawa bendera MTQH Provinsi Jambi, menambah semarak sekaligus menghadirkan suasana kebanggaan.
Sebelum memasuki agenda utama, seluruh kafilah dari 11 kabupaten dan kota terlebih dahulu mengikuti defile. Masing-masing kontingen tampil memperkenalkan identitas daerah dengan ciri khasnya. Selain menjadi ajang unjuk kebersamaan, defile tersebut juga memperlihatkan keberagaman budaya yang dimiliki Provinsi Jambi dalam semangat persatuan dan ukhuwah Islamiyah.
Perhatian penonton juga tertuju pada penampilan drama kolosal yang mengangkat kisah masuk dan berkembangnya Islam di Kota Jambi. Pertunjukan teatrikal tersebut menggambarkan perjalanan sejarah dakwah Islam, termasuk perjuangan para pendakwah dalam memperkenalkan ajaran Islam hingga diterima dan berkembang di tengah kehidupan masyarakat.
Puncak pembukaan ditandai dengan pemukulan kompang secara bersama-sama oleh Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jambi Dr. H. Syarif Fasha, M.E., Ketua LPTQ Provinsi Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., Wali Kota Jambi Dr. dr. Maulana, M.K.M., Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, serta para kepala daerah dan unsur Forkopimda se-Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Gubernur Jambi Al Haris menekankan bahwa MTQH tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang perlombaan untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan Hadis, sekaligus mendorong penerapan ajaran yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan MTQH ke-55 di Kota Jambi. Menurutnya, kualitas pembukaan yang ditampilkan tahun ini sangat baik, bahkan dinilai mampu menyamai kemegahan penyelenggaraan MTQ tingkat nasional di Kota Semarang.
“Secara kualitas penyelenggaraannya sudah sangat baik. Tinggal bagaimana hasil yang didapat dari MTQH ini harus berdampak dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly mengaku bahagia atas kehadiran seluruh kafilah dari 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Menurutnya, partisipasi lengkap seluruh daerah tersebut menunjukkan besarnya dukungan dan komitmen pemerintah kabupaten maupun kota terhadap pengembangan tilawatil Qur’an dan Hadis.
Ia berharap MTQH tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan yang mampu membentuk generasi muda dengan kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an, memiliki kemampuan keagamaan yang baik, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui MTQH ke-55 ini, Kota Jambi tidak hanya menjadi tuan rumah kompetisi keagamaan, tetapi juga pusat pertemuan semangat persaudaraan dan syiar Islam di Provinsi Jambi.
Pada akhirnya, keberhasilan MTQH bukan semata-mata ditentukan oleh siapa yang keluar sebagai juara. Jauh lebih penting adalah sejauh mana lantunan ayat suci yang diperdengarkan, pesan-pesan keagamaan yang disampaikan, serta nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis benar-benar hidup dan menjadi pedoman dalam membangun masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, dan berkarakter kuat. (*)






