DK Ungkap Versinya: Dari Toko Kosmetik hingga Penggerebekan di Simpang IV Sipin

Jambiku.com – Dedek Kusnadi (DK) akhirnya angkat bicara terkait peristiwa penggerebekan yang melibatkan dirinya di sebuah rumah kos di kawasan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, pada Jumat (1/5/2026).

Sebelumnya, seorang oknum wakil dekan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berinisial Dr. D diamankan bersama seorang perempuan berinisial DA oleh pihak kepolisian, terkait dugaan kasus perselingkuhan. Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah ramai diberitakan di sejumlah media.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal itu, DK melalui video klarifikasi menyampaikan bantahan atas tuduhan yang beredar. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak berada berdua dengan perempuan tersebut saat kejadian berlangsung.

“Saya tidak benar berada berdua. Saat di lokasi, saya bertiga,” ujar DK dalam pernyataannya.

DK menjelaskan, sebelum kejadian, dirinya mengaku memiliki kedekatan dengan perempuan tersebut dan sempat menemaninya berbelanja di sebuah toko kosmetik. Di lokasi tersebut, ia mengaku terjadi keributan dengan rekan bisnisnya terkait persoalan utang-piutang.

Merasa tidak aman, DK kemudian menghubungi seseorang yang disebutnya sebagai Bang Yoli, yang diakuinya merupakan anggota TNI. Ia menyebut, dirinya disarankan untuk tidak sendirian dan kemudian mendapat pendampingan.

DK mengaku sempat menuju Korem sebelum akhirnya kembali ke rumah kos karena perempuan tersebut memilih untuk beristirahat. Ia kemudian kembali ke lokasi bersama orang yang disebutnya Bang Yoli.

Namun, tidak lama setelah tiba di rumah kos, DK mengaku mendengar suara gaduh dari luar yang memanggil namanya. Merasa terancam, ia bersama rekannya berinisiatif bersembunyi di dalam kamar mandi.

“Saya kaget dan takut. Kami bersembunyi di kamar mandi, bukan dalam kondisi seperti yang dituduhkan,” jelasnya.

DK menilai peristiwa yang terjadi merupakan bagian dari skenario yang telah diatur untuk menjatuhkan dirinya. Ia juga membantah keras tudingan bahwa dirinya digerebek dalam kondisi tidak pantas bersama seorang perempuan.

“Saya merasa ini sudah diset. Pemberitaan yang menyebut saya berduaan di dalam kamar itu tidak benar,” tegasnya.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik, sementara berbagai pihak diharapkan dapat memberikan klarifikasi lebih lanjut guna mengungkap fakta sebenarnya dari peristiwa tersebut. ( Eros )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *