Jambiku.com, JAMBI – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menghadiri sekaligus turut serta membuka secara resmi kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Mandiri yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, jajaran Forkopimda Provinsi Jambi, Kapolda Jambi Irjen. Pol. Krisno Halomoan Siregar, S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, pimpinan organisasi media, pejabat daerah, serta insan pers di Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Maulana menegaskan bahwa wartawan memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi publik di tengah derasnya arus informasi digital saat ini. Menurutnya, media harus mampu menjadi sumber informasi yang akurat, objektif, dan dapat dipercaya masyarakat.
“Ketika berbagai persoalan dan isu muncul di daerah, maka media memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan fakta yang benar kepada masyarakat. Pers harus mampu memberikan penjelasan yang objektif dan tidak memperkeruh situasi,” ujar Maulana.
Ia juga menyoroti perubahan besar dalam pola konsumsi informasi masyarakat. Di era digital, kata dia, media sosial berkembang sangat cepat sehingga menuntut insan pers untuk lebih adaptif sekaligus tetap menjaga profesionalisme jurnalistik.
“Media digital berkembang pesat dan masyarakat kini lebih banyak memperoleh informasi melalui platform daring dan media sosial. Karena itu, wartawan harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik yang benar,” katanya.
Menurut Maulana, kompetensi wartawan tidak hanya diukur dari kemampuan menyampaikan berita, tetapi juga dari integritas dalam menjalankan profesi. Ia menilai nilai kemanusiaan, keadilan, dan kejujuran menjadi fondasi utama dalam membangun pers yang sehat dan dipercaya publik.
“Tiga hal yang harus dijaga insan pers adalah kemanusiaan, keadilan, dan kejujuran. Jika itu menjadi pegangan, maka pers akan tetap menjadi pilar penting demokrasi,” tegasnya.
Ia berharap pelaksanaan UKW Mandiri PWI Kota Jambi mampu melahirkan wartawan yang profesional, independen, memahami kode etik jurnalistik, serta memiliki kemampuan verifikasi informasi yang baik sehingga mampu menghasilkan pemberitaan yang akurat dan berimbang.
Maulana juga menegaskan komitmennya dalam mendukung keberadaan wartawan yang berintegritas dan terverifikasi Dewan Pers.
Sementara itu, maulana menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan UKW sebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers di Provinsi Jambi.
“Pers yang profesional akan membantu menciptakan ruang informasi yang sehat, menangkal hoaks, serta menjaga kondusivitas daerah,” ujarnya.
Maulana menambahkan, hubungan kemitraan antara kepolisian dan media harus terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka dan saling mendukung. Ia menilai kritik yang disampaikan media sangat diperlukan selama didasarkan pada data dan fakta.
“Kritik yang konstruktif merupakan bagian penting dari kontrol sosial dalam demokrasi. Media memiliki peran besar dalam mengawal pembangunan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara,” pungkasnya.





