Geger! Ratusan Warga SAD Geruduk Kantor Bupati Merangin, Temenggung Murka Tuntut Honor dan Bantuan Ekonomi

Jambiku.com, JAMBI – Suasana Kantor Bupati Merangin mendadak mencekam, Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) dari delapan kelompok temenggung tiba-tiba memadati area kantor pemerintahan untuk menagih janji yang hingga kini belum dipenuhi.

Dengan wajah penuh kecewa dan emosi yang memuncak, para temenggung bersama warga SAD menuntut pembayaran honor yang disebut belum diterima selama hampir lima bulan. Mereka juga mempertanyakan bantuan ekonomi berupa keramba ikan yang dinilai tidak disalurkan secara merata kepada seluruh kelompok SAD di Kabupaten Merangin.

Bacaan Lainnya

Kedatangan ratusan warga SAD sontak membuat aktivitas di lingkungan Kantor Bupati Merangin terganggu. Pegawai dan masyarakat yang berada di lokasi tampak terkejut melihat massa mulai memenuhi halaman kantor sambil menyampaikan tuntutan mereka.

“Janji terus, tapi sampai sekarang belum jelas,” teriak salah seorang warga di tengah kerumunan massa.

Situasi sempat memanas ketika warga meminta pemerintah daerah segera menemui mereka dan memberikan kepastian terkait hak-hak yang selama ini dijanjikan. Massa khawatir persoalan tersebut kembali berlarut tanpa solusi yang jelas.

Dari kejadian tersebut satu unit Inova reborn menjadi sasaran amuk para SAD, untuk melampiaskan amarahnya.

Menanggapi kejadian itu, pihak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2A) Merangin menyebut aksi tersebut dipicu adanya kesalahpahaman terkait anggaran sebesar Rp1,4 miliar.

Pihak dinas menjelaskan, angka fantastis tersebut bukanlah uang tunai yang dibagikan langsung kepada masyarakat, melainkan bantuan dalam bentuk barang serta program pemberdayaan ekonomi bagi komunitas SAD.

Namun penjelasan itu belum sepenuhnya meredam kekecewaan warga. Para temenggung tetap mendesak pemerintah membuka informasi secara transparan agar tidak menimbulkan keresahan dan kesimpangsiuran di tengah masyarakat adat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Merangin terkait tuntutan ratusan warga SAD maupun langkah penyelesaian yang akan diambil.(Eros)

 

Sumber : medsos

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *