Jambiku.com, Jambi – PT Bank Pembangunan Daerah Jambi atau Bank Jambi terus memperkuat transformasi digital sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan.
Berbicara di Jambi 16 September 2026, pengamat perbankan Laila Farhat, S.E., M.M., menilai penguatan infrastruktur teknologi informasi dan pengembangan ekosistem digital merupakan langkah strategis bagi Bank Jambi untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan layanan keuangan berbasis digital.
Menurutnya, transformasi digital perbankan saat ini tidak lagi sekadar menghadirkan aplikasi transaksi, tetapi sudah bergerak menuju pembangunan ekosistem layanan yang terintegrasi.
“Bank Jambi perlu terus memperkuat ekosistem digitalnya. Orientasinya bukan hanya bagaimana nasabah dapat melakukan transaksi tanpa datang ke kantor cabang, tetapi bagaimana seluruh kebutuhan finansial nasabah dapat dilayani secara cepat, aman, nyaman dan terintegrasi,” ujar Laila.
Ia menjelaskan, pengembangan digital banking memberikan sejumlah manfaat strategis bagi BPD. Selain meningkatkan customer experience, digitalisasi dapat mendorong efisiensi proses bisnis, mempercepat pelayanan, memperluas customer base dan meningkatkan produktivitas jaringan kantor.
Dalam perspektif perbankan, kata Laila, digitalisasi juga memungkinkan bank mengembangkan layanan berbasis data sehingga kebutuhan dan karakteristik nasabah dapat dipetakan secara lebih baik.
“Dengan pemanfaatan data yang tepat dan tetap memperhatikan prinsip perlindungan konsumen serta keamanan informasi, bank dapat memberikan layanan yang lebih personalized. Ini penting untuk meningkatkan engagement dan loyalitas nasabah,” jelasnya.
Laila menilai Bank Jambi memiliki posisi strategis karena merupakan bank pembangunan daerah yang tidak hanya menjalankan fungsi intermediasi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem perekonomian daerah.
Karena itu, penguatan digitalisasi Bank Jambi idealnya diarahkan untuk menghubungkan berbagai sektor, mulai dari pemerintah daerah, ASN, pelaku UMKM, dunia usaha hingga masyarakat umum.
Menurutnya, kolaborasi dengan perusahaan teknologi finansial maupun mitra strategis lainnya juga dapat menjadi bagian dari akselerasi transformasi digital Bank Jambi.
“Kolaborasi menjadi salah satu kunci. Bank tidak harus membangun seluruh teknologi sendiri. Yang penting adalah bagaimana membangun interoperabilitas, integrasi sistem, keamanan dan governance yang kuat sehingga kolaborasi tersebut memberikan nilai tambah bagi bank dan nasabah,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan ekosistem digital juga harus berjalan seiring dengan penguatan cybersecurity. Semakin luas kanal digital yang digunakan, semakin besar pula tuntutan terhadap sistem keamanan, manajemen risiko teknologi informasi dan perlindungan data nasabah.
Karena itu, Laila menekankan transformasi digital Bank Jambi harus tetap berlandaskan prinsip kehati-hatian perbankan.
“Digitalisasi harus berjalan bersama dengan security, reliability dan risk management. Kemudahan transaksi penting, tetapi keamanan dana dan data nasabah jauh lebih fundamental. Kepercayaan nasabah merupakan aset utama bank,” tegasnya.
Kata dia, keberhasilan transformasi digital Bank Jambi pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah pengguna aplikasi atau banyaknya transaksi digital, tetapi dari kemampuan digitalisasi tersebut menciptakan efisiensi, meningkatkan kualitas layanan dan memperluas inklusi keuangan masyarakat Jambi.
“Bank Jambi memiliki peluang besar untuk membangun ekosistem digital yang sesuai dengan karakteristik ekonomi daerah. Dengan inovasi, kolaborasi dan tata kelola teknologi yang kuat, digital banking dapat menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat peran Bank Jambi sebagai bank pembangunan daerah,” pungkasnya(*)





