BAZNAS Kota Jambi Hidupkan Kembali Tradisi “Makan Merawang” di Momentum Idul Adha 1447 H

Jambiku.com, JAMBI – Suasana pelaksanaan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi tahun ini terasa berbeda. Di tengah rangkaian penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban, BAZNAS Kota Jambi turut menghidupkan kembali tradisi budaya lokal yang mulai jarang ditemui, yakni “Makan Merawang.”

Tradisi yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jambi tersebut kembali diperkenalkan sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bacaan Lainnya

Hari Raya Idul Adha sendiri merupakan momentum sakral bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial melalui ibadah kurban. Semangat berbagi yang terkandung di dalamnya menjadi simbol persaudaraan yang mampu menghapus sekat antara golongan kaya dan miskin, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kebahagiaan yang sama.

Di sela-sela kegiatan pemotongan hewan kurban, Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhamad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I, menegaskan bahwa menghidupkan kembali tradisi “Makan Merawang” merupakan upaya menjaga identitas budaya daerah agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga mengandung pesan sosial yang kuat tentang kebersamaan dan solidaritas masyarakat.

“Tradisi Makan Merawang perlu terus dilestarikan agar dapat diwariskan kepada generasi penerus. Ini adalah bagian dari kearifan lokal masyarakat Jambi yang sarat makna dan menjadi identitas budaya yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain mendukung kelancaran pelaksanaan Program Kurban Berkah BAZNAS Kota Jambi Tahun 2026, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai warisan budaya daerahnya.

Melalui langkah ini, BAZNAS Kota Jambi tidak hanya menjalankan misi sosial dan keagamaan dalam pendistribusian hewan kurban, tetapi juga mengambil peran dalam menjaga kelestarian budaya lokal. Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, upaya menghidupkan kembali tradisi “Makan Merawang” diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus merawat nilai-nilai budaya yang menjadi akar jati diri Kota Jambi.(Eros)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *