Jambiku.com, JAMBI – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Jambi Kota Peduli Rumah Layak Huni dan Bahagia (RLHB) Tahun 2026.
Salah satu bentuk nyata program tersebut diwujudkan melalui bantuan bedah rumah yang disalurkan oleh Baznas Kota Jambi senilai Rp 32 juta kepada warga kurang mampu kategori Desil 1 di kawasan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan, tepatnya di sekitar Masjid Kafi, Senin (3/8/2026).
Peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. Maulana, MKM bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Wakil Ketua II Baznas Kota Jambi Sanandar, S.E., M.E., RFP Jambi, Kepala Departemen Non Gadai PT Pegadaian (Persero) Area Jambi-Bengkulu Dhoni Qadri, serta jajaran terkait.
Rumah milik Mulyani madani, seorang janda yang telah dihuni selama kurang lebih 30 tahun, menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut setelah dinilai sudah tidak memenuhi standar kelayakan hunian.
Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan rasa syukur atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung program RLHB. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah bersama mitra strategis untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Alhamdulillah hari ini kita berada di kediaman Ibu Mulyani. Rumah beliau memang sudah waktunya diperbaiki. Kami hadir bersama Wakil Wali Kota, Baznas, Pegadaian, dan juga dukungan dari Lapas yang akan membantu tenaga serta warga binaannya untuk bergotong royong dalam proses pembangunan,” ujar Maulana.
Ia menjelaskan, program bedah rumah tahun 2026 melibatkan sinergi dari berbagai sumber, mulai dari Baznas, PT Pegadaian (Persero) Area Jambi-Bengkulu, hingga program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
“Dari Pegadaian ada bantuan untuk tiga rumah, yaitu satu di Tanjung Johor, satu di Kenali Asam, dan satu di Telanai. Kemudian dari Baznas, dari 50 rumah yang direncanakan, masih ada delapan yang segera dijalankan. Sementara melalui BSPS ada 254 rumah yang sedang berproses,” jelasnya.
Maulana berharap tambahan usulan bantuan dapat terealisasi sehingga jumlah rumah yang mendapatkan perbaikan dapat terus bertambah.
“Jika seluruhnya berjalan, mudah-mudahan tahun ini ada sekitar 750 warga Kota Jambi yang rumahnya kurang layak dan memenuhi persyaratan dapat dilakukan bedah rumah. Saat ini yang sedang berjalan kurang lebih 270 rumah, salah satunya yang dibantu Pegadaian di Tanjung Johor ini,” katanya.
Selain pembangunan fisik rumah, Pemkot Jambi juga melibatkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dalam semangat gotong royong melalui pemberdayaan warga binaan yang telah memenuhi syarat untuk berasimilasi dengan masyarakat.
“Kerja sama dengan Lapas sebenarnya sudah lama terjalin. Ke depan, warga binaan yang memiliki kesempatan untuk berinteraksi sosial dapat diberikan ruang untuk memberikan manfaat, salah satunya melalui kegiatan gotong royong dalam program bedah rumah ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Non Gadai PT Pegadaian (Persero) Area Jambi-Bengkulu Dhoni Qadri mengapresiasi kolaborasi antara Pegadaian, Pemkot Jambi, Baznas, dan berbagai pihak dalam pelaksanaan program sosial tersebut.
“Kami dari PT Pegadaian Kantor Area Jambi sangat senang dapat berkolaborasi dalam program CSR berupa bedah rumah ini. Untuk tahap ini, Pegadaian membantu renovasi tiga unit rumah yang tersebar di beberapa wilayah Kota Jambi,” ungkapnya.
Dhoni berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Semoga ke depan tidak hanya tiga rumah ini, tetapi jumlahnya bisa terus bertambah sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu,” ujarnya.
Selain program bedah rumah, Pegadaian juga menjalankan berbagai program sosial lainnya bersama Pemkot Jambi dan Baznas, di antaranya bantuan lingkungan melalui bank sampah, bantuan alat kebersihan, pembinaan UMKM, serta program kesehatan seperti sunatan massal.
“Kami juga melakukan pembekalan bagi pelaku UMKM agar bisa naik kelas. Dalam setiap kegiatan, kami menghadirkan sekitar 70 hingga 100 UMKM dengan menghadirkan para pakar untuk memberikan pendampingan,” jelas Dhoni.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua II Baznas Kota Jambi Sanandar menjelaskan, setiap unit rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp 32 juta yang sebagian besar digunakan untuk kebutuhan material pembangunan.
“Bantuan tersebut dialokasikan untuk pembelian material seperti semen, batako, baja ringan, seng, keramik, serta kebutuhan sarana sanitasi,” katanya.
Ia menambahkan, proses pembangunan dilakukan dengan mengedepankan semangat gotong royong agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Pada tahap awal pembangunan dimulai untuk 11 unit rumah, sementara 39 unit lainnya akan dilaksanakan secara bertahap hingga target 50 unit rumah tercapai,” tutupnya.
Program RLHB ini menjadi bukti nyata sinergi Pemkot Jambi bersama Baznas, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan hunian yang lebih layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga kurang mampu.(Eros)





