Mobil Angkutan Batu Bara PT PDN Patah As, Arus Lalu Lintas di Tanjung Pauh Tersendat, warga gercep urai kemacetan

Jambiku.com, JAMBI — Arus lalu lintas di kawasan Kilometer 39, Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, terganggu setelah satu unit mobil angkutan batu bara milik PT Prima Dito Nusantara (PT PDN Grup) mengalami kerusakan, Rabu (12/8/2026).

 

Bacaan Lainnya

Kendaraan tersebut dilaporkan mengalami patah as saat melintas. Kondisi itu membuat kendaraan berhenti di ruas jalan dan menyebabkan sebagian badan jalan tidak dapat dilalui secara normal.

Akibatnya, ruang gerak kendaraan menjadi terbatas. Antrean panjang pun terjadi dari kedua arah, terutama karena kendaraan berukuran besar harus bergantian melewati titik kendaraan yang mengalami kerusakan.

 

Situasi tersebut turut mendapat perhatian warga setempat. Sejumlah masyarakat Desa Tanjung Pauh secara sukarela turun ke jalan untuk membantu mengatur arus lalu lintas agar antrean tidak semakin panjang.

 

“Kalau ada kendaraan batu bara yang trouble dan mengganggu jalan, warga biasanya langsung turun membantu mengatur lalu lintas. Yang penting kendaraan tidak menumpuk terlalu lama dan pengguna jalan tetap bisa lewat,” ujar salah seorang warga.

 

Menurut warga, kondisi serupa bukan kali pertama terjadi. Gangguan kendaraan angkutan batu bara yang mengalami kerusakan di ruas jalan tersebut kerap berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas masyarakat.

 

Warga berharap setiap kendaraan angkutan batu bara yang mengalami kerusakan dapat segera dievakuasi, sehingga tidak terlalu lama menggunakan badan jalan dan menghambat aktivitas pengguna jalan lainnya.

 

PT Prima Dito Nusantara (PT PDN Grup) diketahui merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara dengan aktivitas operasional di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, di antaranya Kabupaten Batanghari dan Sarolangun.

 

Hingga berita ini diterbitkan, kendaraan yang mengalami patah as tersebut masih dalam proses penanganan dan evakuasi.

 

Arus lalu lintas di Kilometer 39 Desa Tanjung Pauh diharapkan segera kembali normal setelah kendaraan berhasil dipindahkan dari badan jalan. (*)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *