Jambiku.com – Penumpukan sampah di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi menuai sorotan serius. Limbah rumah sakit dilaporkan menggunung akibat sistem pengelolaan sampah yang diduga tidak berjalan maksimal, sehingga menimbulkan bau menyengat dan kekhawatiran akan risiko kesehatan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, penumpukan sampah tersebut bukan terjadi dalam satu atau dua hari. Sampah diketahui telah lebih dari sepekan tidak diangkut hingga Senin, 2 Maret 2026. Kondisi semakin memprihatinkan setelah hujan mengguyur kawasan rumah sakit, menyebabkan sampah dalam keadaan lembab dan mengeluarkan aroma tidak sedap yang sangat mengganggu aktivitas pasien, pengunjung, maupun tenaga kesehatan.
Sejumlah warga dan pengunjung rumah sakit mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka menilai situasi ini ironis, mengingat rumah sakit seharusnya menjadi simbol kebersihan, kesehatan, dan keselamatan, namun justru terkesan kumuh dan jorok.
Awalnya, sampah terlihat menumpuk di beberapa titik di sekitar gedung perawatan yang kerap dilalui pasien dan pengunjung. Belakangan, sampah tersebut dipindahkan ke area gedung bagian belakang rumah sakit. Namun, pemindahan ini tidak menyelesaikan persoalan utama.
Fakta di lapangan menunjukkan sampah telah bercampur antara limbah medis berbahaya (Bahan Berbahaya dan Beracun/B3) dengan sampah domestik. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan bau menyengat, tetapi juga berpotensi memicu penularan penyakit serta melanggar standar pengelolaan limbah rumah sakit.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pihak internal RSUD Raden Mattaher telah berulang kali mengajukan nota dinas kepada pimpinan rumah sakit guna mencari solusi atas persoalan tersebut. Namun hingga kini, belum ada keputusan konkret yang dikeluarkan oleh pimpinan rumah sakit untuk menangani penumpukan sampah tersebut secara menyeluruh.
Sampai berita ini diturunkan, penyebab utama tidak terangkutnya sampah belum diketahui secara pasti. Sementara itu, Ben Patar selaku penanggung jawab Kesehatan Lingkungan RSUD Raden Mattaher belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp masih belum mendapatkan respons, dengan status pesan centang satu
Kondisi ini memunculkan desakan agar manajemen RSUD Raden Mattaher segera mengambil langkah tegas dan transparan, mengingat pengelolaan limbah medis merupakan aspek krusial dalam menjaga keselamatan pasien, tenaga medis, serta masyarakat sekitar. (Eros)





