Pemkot Jambi Tutup TPS di Kawasan OKH, Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis OPBM

Jambiku.com, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat melalui program pengelolaan sampah berbasis OPBM. Pada Jumat pagi, Wali Kota Jambi bersama sejumlah pejabat terkait melakukan penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan OKH, tepatnya di sekitar Pasar Buah yang selama ini menjadi salah satu titik permasalahan sampah di pusat aktivitas ekonomi masyarakat.(07/05/2026)

 

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Kominfo, unsur Danramil di wilayah setempat, Camat Pasar dan Camat Jelutung, serta para lurah terkait.

Wali Kota mengatakan, selama ini kawasan tersebut kerap dipenuhi tumpukan sampah yang berserakan sehingga menimbulkan kesan kumuh, bau tidak sedap, hingga berpotensi menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar.

“Dengan sistem OPBM, pengelolaan sampah kini dilakukan lebih terorganisir. Sudah ada mentor, operator, dan tim yang bekerja mengambil sampah langsung dari rumah-rumah warga. Karena itu TPS di kawasan tersebut resmi ditutup,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, bekas lokasi TPS nantinya akan ditata ulang menjadi ruang terbuka dan taman oleh Dinas PUPR bersama Dinas Lingkungan Hidup agar kawasan tersebut menjadi lebih indah dan nyaman dipandang.

 

Selain melakukan penutupan TPS di kawasan OKH, Wali Kota juga meninjau langsung pelaksanaan OPBM di RT 06 Kelurahan Cempaka Putih. Dalam kegiatan itu turut hadir Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, camat, lurah, serta Ketua RT yang telah menyiapkan armada bentor untuk pengangkutan sampah dari rumah warga.

Menurutnya, pola pengelolaan sampah berbasis pengangkutan langsung dari rumah ke rumah menjadi solusi efektif untuk menghapus keberadaan TPS liar maupun tumpukan sampah di jalan protokol dan jalur lintas utama Kota Jambi.

 

“Target kita bertahap, hingga nantinya tidak ada lagi TPS di Kota Jambi. Semua sampah akan diangkut langsung dari rumah warga melalui sistem OPBM,” katanya.

 

Tak hanya fokus pada kebersihan, Pemkot Jambi juga mulai mendorong pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga. Sampah plastik, botol bekas minuman, dan jenis anorganik lainnya nantinya akan dipisahkan dan dikumpulkan oleh petugas bentor untuk kemudian dicatat sebagai tabungan sampah masyarakat

.

Wali Kota menjelaskan, setiap armada bentor nantinya memiliki sistem pencatatan dan aplikasi digital yang terhubung dengan depo penimbangan sampah. Dari hasil pengumpulan sampah anorganik tersebut, masyarakat maupun operator bentor bisa memperoleh nilai ekonomi tambahan.

 

“Misalnya hari ini hasil sampah bernilai Rp50 ribu atau Rp100 ribu, itu akan diakumulasi menjadi tabungan. Nantinya bisa membantu biaya operasional OPBM bahkan menjadi tabungan untuk membeli armada bentor baru beberapa tahun ke depan,” jelasnya.

 

Ia menegaskan, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik dan benar.

Melalui gerakan OPBM yang kini semakin dikenal masyarakat Kota Jambi, Pemerintah Kota berharap kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat dan menjadi tanggung jawab bersama.

 

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Sampah punya nilai ekonomi jika dikelola dengan baik, dan itu yang paling penting,” tutupnya.( Eros )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *