Sat Polair Polres Tanjab Timur Selidiki Insiden Tongkang Batu Bara Tabrak Fender Jembatan Muara Sabak

Jambiku.com, TANJAB TIMUR – Insiden kecelakaan air terjadi di perairan Sungai Batanghari, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tepatnya di kawasan Jembatan Muara Sabak, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 12.40 WIB. Sebuah kapal tugboat TB. MBP 2002 yang tengah menarik tongkang BG. UNITED JAYA 3002 bermuatan batu bara dilaporkan menabrak fender jembatan hingga mengalami kerusakan berat.

Peristiwa tersebut terjadi saat kapal melintasi alur Sungai Batanghari di tengah cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang. Kondisi debit air sungai yang sedang surut deras turut memperumit proses manuver kapal.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi awal, saat melintas di sekitar Dermaga Petro Cina, mesin sebelah kiri tugboat mengalami gangguan teknis sehingga kendali kapal tidak dapat berfungsi secara maksimal. Akibatnya, bagian haluan belakang kiri tongkang BG. UNITED JAYA 3002 menyenggol tiang fender sebelah kiri Jembatan Muara Sabak arah keluar.

Benturan keras tersebut menyebabkan struktur tiang fender mengalami kerusakan cukup parah hingga roboh. Lokasi kejadian diketahui berada pada koordinat -1.140521’, 103.853099’’ di wilayah perairan Sungai Batanghari, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden itu mengakibatkan kerugian material berupa rusaknya fasilitas pelindung Jembatan Muara Sabak milik Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kapal TB. MBP 2002 bersama tongkang BG. UNITED JAYA 3002 diketahui mengangkut batu bara sebanyak 7.802.280 MT. Kapal tersebut dinakhodai Dodi Satria (40), pelaut asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan total 11 orang Anak Buah Kapal (ABK).

Kapal diketahui milik perusahaan pelayaran PT. Cakram Pana Mutiara Jakarta dengan keagenan PT. Haluan Samudra Perkasa (HSP). Sementara muatan batu bara berasal dari PT. Sumber Panca Energi Kota Jambi yang rencananya dikirim menuju PLTU Teluk Naga Lontar milik PT. PLN Indonesia.

Pasca kejadian, personel Sat Polair Polres Tanjab Timur bergerak cepat mendatangi lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan kepolisian. Petugas melakukan pengecekan kondisi kapal dan tongkang, pemeriksaan dokumen pelayaran, pengambilan keterangan terhadap kru kapal dan saksi-saksi, hingga mengamankan posisi kapal agar tidak mengganggu arus pelayaran di Sungai Batanghari.

Selain itu, Sat Polair juga berkoordinasi dengan KSOP Muara Sabak terkait pengiriman surat permintaan penundaan berlayar terhadap kapal guna kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut.

Sejumlah pihak terkait dijadwalkan akan dimintai keterangan, di antaranya Dinas PUPR Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pihak keagenan PT. HSP, serta perusahaan pelayaran PT. Cakram Pana Mutiara.

Saat ini, proses penyelidikan serta pelengkapan administrasi penanganan kecelakaan air masih terus dilakukan oleh Sat Polair Polres Tanjab Timur guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut. (Eros)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *