Jambiku.com, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi terus mengintensifkan upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sebagai langkah strategis mempertahankan daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Di tengah tantangan ekonomi yang dinamis, pengendalian inflasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Jambi yang dipimpin Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A. Pertemuan itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Perum Bulog, instansi vertikal, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Rapat strategis tersebut menjadi forum penting untuk mengevaluasi perkembangan inflasi sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, memastikan kelancaran distribusi, dan menjamin ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Diza menegaskan bahwa keberhasilan mengendalikan inflasi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi yang erat antara seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha, distributor hingga masyarakat.
“Pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sehingga daya beli masyarakat tetap terpelihara,” ujar Diza.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Jambi akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen pengendalian inflasi melalui pemantauan harga secara berkala, pengawasan distribusi komoditas, penguatan cadangan pangan, hingga koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi gejolak harga.
Menurutnya, langkah antisipatif jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah terjadi lonjakan harga. Oleh sebab itu, seluruh anggota TPID diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan, baik dari sisi pasokan maupun distribusi barang.
“Kita harus mampu mendeteksi setiap potensi persoalan sejak dini. Dengan koordinasi yang solid, setiap gejolak dapat segera direspons sehingga dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” tegasnya.
Selain mengevaluasi perkembangan inflasi Kota Jambi, rapat tersebut juga membahas kondisi stok pangan strategis, distribusi komoditas utama, serta penguatan kerja sama antarwilayah sebagai langkah menjaga kelancaran pasokan kebutuhan pokok.
Diza menilai, keberhasilan pengendalian inflasi bukan hanya diukur dari rendahnya angka inflasi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Untuk itu, Pemerintah Kota Jambi akan terus memperkuat berbagai program stabilisasi harga, seperti pelaksanaan operasi pasar, Gerakan Pangan Murah, pasar murah, pemantauan distribusi barang, hingga memperluas kerja sama dengan daerah-daerah sentra produksi pangan.
“Kami ingin setiap kebijakan yang diambil benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Stabilitas harga merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah dalam menjaga kesejahteraan warga sekaligus memastikan roda perekonomian daerah tetap bergerak,” kata Diza.
Melalui High Level Meeting TPID tersebut, Pemerintah Kota Jambi bersama seluruh pemangku kepentingan kembali menegaskan komitmen untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Dengan koordinasi yang semakin kuat dan langkah antisipatif yang berkelanjutan, Kota Jambi optimistis mampu mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan yang inklusif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan.(*)





