Laila Farhat : Rp3,42 Triliun KUR di Jambi, Peluang Bank Jambi Perkuat Ekonomi Rakyat

Jambiku.com, JAMBI — Makna kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan lewat kemandirian ekonomi masyarakat. Dalam konteks ini, Bank Jambi dinilai memiliki peran strategis sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk memperluas akses pembiayaan dan menggerakkan sektor produktif.

 

Bacaan Lainnya

Pengamat perbankan Laila Farhat, S.E., M.M., mengatakan kemerdekaan secara ekonomi berarti memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkembang, memiliki akses modal, serta mampu meningkatkan kesejahteraan.

 

Menurutnya, fungsi Bank Jambi tidak berhenti pada penghimpunan dana, tetapi harus mampu menyalurkannya kembali ke sektor produktif seperti UMKM, pertanian, perkebunan, perdagangan, dan jasa.

 

“Ketika petani memperoleh modal, UMKM berkembang dan pedagang mampu memperbesar usaha, maka perputaran ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujar Laila.

 

Peran tersebut dinilai semakin penting seiring perekonomian Jambi pada triwulan I 2026 yang tumbuh 4,33 persen secara tahunan. Pertumbuhan ekonomi, kata Laila, harus ditopang pembiayaan yang tepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

 

Besarnya kebutuhan modal juga terlihat dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jambi yang hingga Mei 2026 mencapai Rp3,42 triliun kepada 35.744 debitur. Sektor pertanian menjadi salah satu penerima dominan.

 

Kondisi itu menunjukkan ruang pembiayaan produktif di Jambi masih sangat besar. Bank Jambi dinilai memiliki peluang memperkuat kontribusinya melalui pembiayaan yang kompetitif, tepat sasaran, dan tetap memperhatikan kemampuan debitur.

 

Selain pembiayaan, Laila menilai digitalisasi dan literasi keuangan perlu diperkuat agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi mampu mengelola keuangan dan mengembangkan usaha secara mandiri.

 

Namun, ekspansi kredit tetap harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Pertumbuhan bisnis harus berjalan seimbang dengan kualitas aset, manajemen risiko, tata kelola, efisiensi, dan kesehatan bank.

 

“Semangat kemerdekaan bukan berarti mengejar pertumbuhan tanpa batas. Fondasi bank yang sehat justru menjadi syarat agar fungsi intermediasi dapat berjalan berkelanjutan,” katanya.

 

Laila menegaskan, keberhasilan Bank Jambi tidak cukup diukur dari aset dan laba. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat melalui kemudahan memperoleh modal, berkembangnya usaha, terbukanya lapangan kerja, dan meningkatnya kesejahteraan.

 

Sebagai BPD, Bank Jambi diharapkan terus menjadi mitra pembangunan sekaligus penggerak ekonomi daerah.

 

Sebab, kemerdekaan ekonomi bukan sekadar kemampuan untuk berdiri sendiri, tetapi kesempatan bagi masyarakat Jambi untuk tumbuh, produktif, mandiri, dan membangun masa depan yang lebih baik.

 

Kemerdekaan akhirnya bukan hanya untuk diperingati, tetapi harus bisa dirasakan dalam bentuk kesejahteraan oleh masyarakat. (*)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *