Jambiku.com, JAMBI – Sebanyak 300 peserta dari berbagai elemen masyarakat di Provinsi Jambi mengikuti Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI di Hotel BW Luxury, Kamis (19/8/2026).
Peserta workshop berasal dari berbagai unsur, mulai dari tokoh adat dan paguyuban, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, BEM dan mahasiswa, tokoh agama hingga aparatur sipil negara (ASN).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani bersama perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi. Workshop secara resmi dibuka Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kemenhan RI, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung.
Sejumlah narasumber turut memberikan materi kepada peserta, di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Sudirman dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, ME.
Saat membuka kegiatan, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat komitmen serta meningkatkan kapasitas nasionalisme, patriotisme dan kewaspadaan nasional masyarakat.
Menurutnya, perkembangan situasi global, regional dan nasional menghadirkan tantangan yang semakin dinamis. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketahanan bangsa menjadi semakin penting.
“Kementerian Pertahanan RI memandang perlu melakukan penguatan dan internalisasi pemahaman tentang bela negara melalui program sosialisasi dan diseminasi PKBN dengan metode yang disesuaikan dengan tujuan, sasaran dan lingkup masing-masing,” ujarnya.
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mengajak seluruh peserta mengikuti workshop secara serius dan menjadikan pengetahuan yang diperoleh sebagai bekal untuk diterapkan sekaligus disebarluaskan di lingkungan masing-masing bela negara Harus Menjadi Budaya generasi muda.
Ia menekankan bahwa bela negara tidak semata-mata berkaitan dengan aspek pertahanan secara fisik. Nilai-nilai bela negara juga dapat diwujudkan melalui kehidupan sehari-hari, seperti menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, meningkatkan kepedulian dan bekerja dengan penuh integritas.
“Mari kita jadikan bela negara sebagai budaya kehidupan masyarakat Jambi, yakni dalam menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, meningkatkan kepedulian, bekerja dengan integritas dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa,” kata Abdullah Sani.
Sementara itu, Kepala Dinas kominfo Provinsi Jambi Ariansyah yang menjadi salah satu narasumber menyoroti perubahan bentuk ancaman di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Menurutnya, perang pada era modern tidak lagi hanya berlangsung secara fisik, tetapi juga dapat terjadi di ruang digital melalui penyebaran informasi yang berpotensi memengaruhi masyarakat.
Dengan memanfaatkan materi visual, video kekinian dan teknologi artificial intelligence (AI), Ariansyah mengajak peserta meningkatkan pemahaman serta kewaspadaan dalam menggunakan ruang digital.
Ia menyebut berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 235 juta orang. Platform media sosial seperti TikTok dan Facebook menjadi bagian dari ekosistem digital yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat.
“Dinamika perkembangan global, regional maupun nasional saat ini membawa tantangan yang semakin kompleks,” kata Ariansyah.
Ia menegaskan, potensi ancaman terhadap ketahanan bangsa saat ini tidak hanya berasal dari aspek fisik atau militer, tetapi juga muncul dalam bentuk ancaman nonmiliter.
“Potensi ancaman tidak lagi hanya bersifat fisik atau militer, melainkan juga nonmiliter seperti penyebaran paham radikalisme, berita bohong atau hoaks, polarisasi sosial, degradasi moral, hingga ancaman terhadap ketahanan ekonomi dan budaya bangsa,” tegasnya.
Karena itu, menurut Ariansyah, Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara menjadi momentum strategis untuk memperkuat nasionalisme, patriotisme dan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk ancaman.
Terlebih, Provinsi Jambi dinilai memiliki modal sosial yang kuat dalam membangun kesadaran bela negara melalui nilai-nilai adat, agama, gotong royong dan kebersamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat.
“Provinsi Jambi memiliki modal sosial yang sangat besar untuk membangun kesadaran bela negara, karena kita memiliki masyarakat yang kuat dengan nilai-nilai adat, agama, gotong royong dan kebersamaan,” pungkasnya.(Eros)





