Jambiku.com, JAKARTA – Kota Jambi tengah membuka babak baru dalam upaya mempercepat pembangunan daerah. Kali ini, Jakarta menjadi salah satu tempat belajar yang dibidik.(31/08/2026)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi resmi menjalin kerja sama yang mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pengembangan kota, penguatan badan usaha milik daerah (BUMD), hingga strategi pembiayaan pembangunan.
Kerja sama tersebut menjadi momentum bagi Jambi untuk menggali berbagai pengalaman Jakarta dalam mengelola pemerintahan dan membangun kota dengan skala yang jauh lebih besar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Pemprov DKI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi Pemkot Jambi untuk mempelajari berbagai sistem dan program yang telah diterapkan di Jakarta.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Jakarta Kini (JAKI), platform digital yang dikembangkan Pemprov DKI untuk mengintegrasikan berbagai layanan publik.
“Pada hari ini, Pemerintah DKI Jakarta melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Jambi. Kerja sama ini berkaitan dengan Information Communication Technology dan juga mengenai beberapa hal termasuk bagaimana mengembangkan kotanya masing-masing,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (31/8/2026).
Bukan hanya teknologi, Jakarta juga menawarkan pengalaman dalam mengelola sejumlah BUMD. Pramono menyebut Pemkot Jambi dapat membuka komunikasi dan kerja sama dengan berbagai perusahaan daerah milik DKI Jakarta.
Di antaranya Cipinang Food Station, Sarana Jaya hingga Dharma Jaya.
“Kami juga menyampaikan selain itu berkaitan dengan BUMD lainnya, apakah dengan Cipinang Food Station, dengan Sarana Jaya, dengan Dharma Jaya dan sebagainya. Kami membuka diri untuk itu karena kami tahu bahwa Jambi yang sekarang ini sedang berkembang,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Pramono secara khusus mempersilakan Pemkot Jambi untuk mempelajari penerapan JAKI.
Menurutnya, pengalaman Jakarta dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pelayanan pemerintahan dapat menjadi referensi bagi daerah lain yang tengah memperkuat transformasi digital.
“Saya tadi pada saat bilateral menyampaikan kepada Bapak Wali Kota untuk dipersilakan kalau Kota Jambi ingin belajar tentang JAKI,” tuturnya.
Kerja sama itu juga tidak berhenti pada teknologi dan BUMD. Kedua pemerintah daerah membahas konsep creative financing, sebuah pendekatan pembiayaan yang memungkinkan pemerintah daerah mencari sumber pendanaan alternatif untuk mendukung pembangunan.
Pramono menilai, creative financing dapat menjadi salah satu jalan keluar bagi pemerintah daerah agar memiliki ruang lebih luas dalam membiayai pembangunan tanpa hanya mengandalkan kemampuan APBD.
“Kami juga berdiskusi tentang creative financing. Saya yakin ini menjadi cara baru untuk pemerintah daerah mempunyai ruang untuk membangun daerahnya masing-masing. Dan kalau creative financing di Jakarta bisa, mudah-mudahan ini juga menjadi role model bagi daerah lain,” jelasnya.
Jambi Ingin Belajar dari Jakarta
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyambut positif kerja sama tersebut.
Menurut Maulana, sebagai ibu kota Provinsi Jambi yang sedang berkembang, Kota Jambi membutuhkan banyak referensi dan pengalaman dari daerah lain yang telah lebih dahulu membangun sistem pemerintahan dan pengelolaan ekonomi perkotaan.
Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pengelolaan BUMD.
“Kami Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi ingin banyak belajar. Yang pertama bagaimana BUMD di DKI Jakarta begitu maju sehingga memberikan dukungan PAD dan terus membantu bersama dengan Pemerintah DKI Jakarta,” ujar Maulana.
Maulana menyebut BUMD yang dimiliki Kota Jambi masih tergolong baru. Kondisi tersebut justru dinilainya sebagai peluang untuk membangun tata kelola sejak awal dengan belajar dari daerah yang telah memiliki pengalaman panjang.
“Kami punya BUMD yang baru, mumpung baru mereka harus belajar dan alhamdulillah Pak Gubernur memberikan ruang yang seluas-luasnya. Semua BUMD kami akan coba belajar bersama dengan BUMD yang ada di DKI,” katanya.
Kolaborasi Jakarta dan Jambi ternyata tidak hanya menyentuh sektor ekonomi dan teknologi.
Bidang penanggulangan kebakaran juga menjadi bagian dari kerja sama yang ingin terus diperkuat.
Maulana mengatakan, selama ini personel pemadam kebakaran Kota Jambi telah mendapat kesempatan berlatih bersama tim pemadam kebakaran DKI Jakarta.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan personel Damkar Jambi dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di wilayah perkotaan.
“Banyak sekali manfaat yang luar biasa. Kami mohon dukungan dan bimbingannya Pak. Kami akan terus ber-PKS dengan bidang-bidang lain yang disarankan Pak Gubernur tadi karena memang kami sangat membutuhkan itu,” pungkas Maulana.
Kerja sama Jakarta-Jambi ini pun menjadi lebih dari sekadar penandatanganan kesepakatan. Bagi Jambi, pintu yang dibuka Jakarta menjadi kesempatan untuk membawa pulang pengalaman, sistem, dan gagasan baru—dengan harapan dapat diterapkan untuk memperkuat pelayanan publik serta mempercepat pembangunan Kota Jambi.(Eros)






