Jambiku.com, JAMBI – Musibah kebakaran yang menghanguskan belasan rumah warga di RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, masih menyisakan duka. Di tengah kehilangan dan keterbatasan yang dihadapi para korban, kepedulian dari sesama warga terus berdatangan.
Kali ini, rasa empati ditunjukkan masyarakat RT 11, Kelurahan Simpang Rimbo. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, warga RT 11 mengumpulkan donasi untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang terdampak kebakaran.
Bantuan tersebut diserahkan pada Sabtu (5/9/2026), sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya untuk meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah kebakaran yang terjadi pada 29 Agustus 2026 lalu.
Ketua RT 11, Suhendra, mengatakan donasi tersebut lahir dari rasa kemanusiaan dan kepedulian warga terhadap saudara-saudara mereka yang sedang menghadapi masa sulit.
“Alhamdulillah, pada hari ini, Sabtu 5 September 2026, kami dari warga RT 11 memberikan donasi kepada saudara-saudara kita di RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, yang pada 29 Agustus kemarin mengalami musibah kebakaran hebat,” ujar Suhendra.
Menurutnya, kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya 19 rumah. Besarnya dampak yang ditimbulkan membuat para korban harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan tempat tinggal serta berbagai barang berharga yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Kondisi tersebut, kata Suhendra, menggugah hati warga RT 11 untuk turut mengambil bagian. Meski bantuan yang dikumpulkan tidak seberapa dibandingkan dengan besarnya kerugian yang dialami korban, semangat berbagi dinilai jauh lebih penting.
“Mungkin kami warga RT 11 belum bisa memberikan bantuan yang banyak. Tetapi kami ingin menunjukkan bahwa saudara-saudara kita yang tertimpa musibah tidak sendirian. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat dan sedikit membantu warga yang terkena musibah,” tuturnya.
Suhendra berharap bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga, terutama pada masa pemulihan setelah kebakaran. Ia juga mengajak masyarakat lainnya untuk terus menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong ketika ada warga yang sedang menghadapi musibah.
“Bersama kita bisa, bersama kita kuat. Semoga saudara-saudara kita yang terkena musibah diberikan ketabahan, kekuatan dan kemudahan untuk kembali bangkit,” katanya.
Bagi warga RT 11, penyaluran donasi bukan sekadar menyerahkan bantuan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pesan bahwa di tengah musibah, masih ada tangan-tangan yang terulur dan hati yang peduli.
Kebakaran mungkin telah menghanguskan rumah dan harta benda, namun kepedulian masyarakat menjadi kekuatan lain yang dapat membantu para korban menata kembali kehidupan mereka.
Semangat “Bersama Kito Maju & Bahagia” pun kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Sebab, ketika satu warga mengalami kesulitan, rasa kemanusiaan mengajarkan bahwa beban akan terasa lebih ringan ketika dipikul bersama.(Eros)






